Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember Heru Widagdo menyebutkan, hujan deras yang mengguyur sejumlah kawasan di Jember menyebabkan banjir di Desa Klatakan Kecamatan Tanggul, Desa Petung Kecamatan Bangsalsari, dan Desa Curahlel Kecamatan Balung.
"Banjir luapan Sungai petung dan banjir luapan anak Sungai Tanggul terjadi pada Senin (28/11) sekitar 15.30 WIB. Akibatnya, sebanyak 25 rumah di Dusun Rowo tapen, Desa Klatakan, Kecamatan Tanggul terendam banjir dengan ketinggian air 30-40 centimeter," kata Heru, Selasa (29/11/2016).
Tidak hanya itu, luapan sungai juga merendam rumah warga Dusun Paguan, Desa petung, Kecamatan Bangsalsari dengan ketinggian air 30 cm - 40 cm. "Masing masing yakni di RT/RW 01/01 sebanyak 68 rumah, RT/RW 02/01 sebanyak 50 rumah, dan RT/RW 03/01 sebanyak 20 rumah, dengan jumlah yang terdampak sekitar 350 jiwa," urai Heru.
Dia menambahkan, banjir juga merendam rumah warga di Dusun Krajan Tengah, Desa Curah Lele, Kecamatan Balung dan berdampak pada 228 kepala keluarga.
"Kami sudah mendistribusikan bantuan makanan siap saji kepada ratusan warga yang menjadi korban banjir. Kami juga mengimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada terhadap kemungkinan banjir susulan, apabila jika hujan deras terus mengguyur kawasan setempat," tuturnya.
Sementara Kepala BPBD Kabupaten Jember Suhanan secara terpisah mengatakan, pihaknya sudah mendapatkan laporan dari Badan Meterologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda yang menyebutkan bahwa musim hujan di Jember dimulai awal Oktober 2016 hingga Januari 2017.
"Untuk puncak curah hujan terjadi pada November 2016 hingga Januari 2017 dengan intensitas yang cukup tinggi dengan kisaran 200-500 milimeter. Sehingga hal ini patut untuk diwaspadai oleh semua pihak," terang Suhanan.
Dia menambahkan, Bupati Jember sudah mengeluarkan surat pernyataan Siaga Darurat Bencana sejak 1 oktober 2016 lalu. Dalam surat itu Jember siaga darurat bencana hingga akhir November 2016.
"Seandainya memang nantinya dirasa masih cukup ekstrem cuacanya apalagi laporan BMKG demikian, ada kemungkinan siaga darurat itu akan diperpanjang. Bisa saja sampai Desember," ucapnya.
Sementara Komandan Kodim 0824 Jember Letkol Inf Muhammad Nas memerintahkan seluruh jajaran koramil untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana yang terjadi di wilayah teritorialnya.
"Kami meminta jajaran Koramil lebih aktif memonitor perkembangan wilayahnya karena beberapa hari ini curah hujan memang cukup tinggi," tegasnya. (bdh/bdh)











































