"Karena itu, tanah pasir tergerus air hingga runtuh, butuh waktu tiga minggu. Sebetulnya bisa dibuka, tapi mobil tidak dapat lewat," kata Kepala DPUPPB Kota Malang Jarot Edy Sulistyo, saat ditemui detikcom, di Balai Kota Malang, Selasa (29/11/2016).
Kenapa waktu yang dibutuhkan lama? Menurut Jarot, di bawah jalan yang amblas terdapat gorong-gorong air yang menghubungkan ke wilayah lain di sisi bagian selatan. Debit air cukup tinggi, jika wilayah sekitar diguyur hujan deras dan beberapa hari kemarin hingga menggenang.
Foto: Muhammad Aminudin |
"Pengaspalan tiga tahun yang lalu terakhir dilakukan. Kita tidak tahu yang di bawah ternyata keropos karena terdapat dua gorong-gorong, yang satunya bekas peninggalan zaman Belanda," tutur Jarot.
Dia mengungkapkan, akan sangat penting dibangun tol drainase di wilayah tersebut, untuk memperlancar aliran air hingga tidak menggerus badan jalan jika menggenang akibat tersumbat.
"Makanya sangat penting ada tol air di bawahnya, saluran tidak lagi tersumbat," ungkap dia. (bdh/bdh)












































Foto: Muhammad Aminudin