Bupati Trenggalek, Emil Elestianto Dardak, Senin (28/11/2016) mengatakan, kondisi tanah longsor yang setiap hari terjadi dapat mengancam akses perekonomian Kabupaten Trenggalek maupun daerah sekitar.
Mengingat jalan nasional tersebut menjadi akses utama untuk distribusi barang dari sejumlah kabupaten di pesisir selatan Jawa Timur, seperti Blitar Tulungagung hingga sebagian Malang menuju Jawa Tengah maupun Jakarta.
"Saat ini kami melakukan rapat khusus dengan BBPJN (Balai Besar Pemeliharaan Jalan Nasional) VIII, untuk membahas kondisi longsor tersebut dan beberapa strategi yang akan ditempuh kedepan," katanya.
Foto: Adhar Muttaqin |
Namun, kata Emil dalam kondisi cuaca yang ekstrim seperti sekarang ini pihaknya hanya bisa melakukan peningkatan efektifitas penanganan pembersihan material longsor yang menutup badan jalan.
"Apalagi kondisi tebing saat ini cukup labil, bayangkan saja sehari bisa sampai tiga kali longsor, artinya ini masih sangat berbahaya," ujar orang nomor satu di Pemkab Trenggalek ini.
Disinggung mengenai sejumlah jalur alternatif yang kondisinya rusak dan medan yang curam, Emil mengaku akan menjadi perhatian, karena keberadaan jalur tersebut bisa mencegah terputusnya akses warga dari kedua wilayah.
Foto: Longsor di Trenggalek/ Adhar detikcom |
Selama sepuluh hari terakhir, jalur Trenggalek-Ponorogo terus menerus diterjang tanah longsor, lokasi longsor paling banyak terjadi pada kilometer 16 hingga 18. Bahkan saat ini akses Trenggalek ke Ponorogo maupun sebaliknya terputus total sejak dua hari terakhir.
Timbunan material longsor berupa tanah dan bebatuan menimbun seluruh badan jalan di KM 16. Longsor kali ini merupakan yang terparah selama hampir dua pekan terakhir.
"Hari ini tadi sudah diterjunkan tiga unit alat berat dari kabupaten dan provinsi untuk mengeruk longsoran. Sampai sore tadi baru sekitar 30 persen yang berhasil dievakuasi," kata Kapolsek Tugu Iptu Bambang Purwanto.
Kata dia, proses pembukaan jalur diprediksi akan membutuhkan waktu hingga dua hari kedepan, karena volume longsor cukup banyak. Proses pembersihan sendiri sangat tergantung pada cuaca.
"Apabila cerah, operator alat berat akan bekerja, namun apabila terjadi hujan saya instruksikan untuk berhenti, karena takut ada longsor susulan," ujarnya. (bdh/bdh)











































Foto: Adhar Muttaqin
Foto: Longsor di Trenggalek/ Adhar detikcom