Peristiwa tersebut berawal saat siswa kelas 5 Madrasah Ibtidaiyah(MI) Lengkong itu bermain air bersama teman temannya di jalan di dekat irigasi. Jalan itu tergenang air setinggi hampir 40 cm. Permukaan air di areal tersebut terlihat rata karena menutupi jalan dan juga irigasi.
Tiba-tiba teman Nurohyan yang bernama Hikam terpeleset. Hikam tak tahu arah karena permukaan jalan dan irigasi yang rata dengan air. Tubuh Hikam terpeleset masuk ke irigasi selebar satu meter dengan kedalaman dua meter itu.
"Tahu temannya terjebur ke irigasi, Rohiyan mencoba menolong," kata Kades Lengkong Aris Kusliyanto di rumah duka, Minggu (27/11/2016).
Tetapi baik Rohiyan dan Hikam sama-sama tak bisa berenang sehingga mereka berteriak minta tolong. Warga yang mendengar teriakan segera ke lokasi. Warga pun segera menolong dan mengangkat mereka dari dalam air.
Keduanya tak bergerak. Akhirnya diketahui bila Hikam pingsan sementara Rohiyan tewas. Stelah sadar dari pingsannya, Hikam terlihat shock dengan kejadian itu. Jenazah Rohiyan lantas dibawa ke rumah duka.
Kapolres Bojonegoro AKBP Wahyu S Bintoro membenarkan kejadian ini. Wahyu berharap warga untuk waspada dengan kondisi banjir ini.
"Kami berharap kepada semua warga yang punya anak kecil untuk tidak diperkenankan bermain di air banjir." kata Wahyu.
Sebelum proses pemakaman, korban sempat divisum oleh tim medis dari Puskesmas Balen dan petugas Polsek Balen di rumah duka. Tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan di tubuh korban. (iwd/iwd)











































