"Kemarin sore belasan guru madrasah di Kecamatan Kencong tengah menggelar latihan paduan suara di dalam aula. Namun, di tengah-tengah latihan tiba-tiba terdengar seperti suara kayu lapuk yang patah, sehingga kami segera keluar ruangan," kata salah seorang saksi, Siti Asfiyah, Jumat (25/11/2016).
Asfiyah menceritakan, suasana menjadi gaduh ketika atap bangunan itu benar-benar runtuh. Para guru MI yang mayoritas perempuan berteriak histeris ketika menyaksikan detik-detik ambruknya aula tersebut.
"Semula kami keluar gedung dan berdiri di teras. Ada juga guru yang sempat mengabadikan detik-detik robohnya atap. Namun, ketika bangunan ini benar-benar runtuh kami berhamburan menyelamatkan diri," ujar Kepala MI Muhamammadiyah 4 Kencong ini.
Foto: Yakub Mulyono |
Kendati demikian, Holik menegaskan bahwa aktivitas pelayanan nikah di KUA setempat tak mengalami hambatan. Karena sejak semula, pelaksanaan akad nikah dilaksanakan di musala KUA.
"Tapi untuk aktivitas guru madrasah menjadi terganggu. Sementara kami meminjam ruangan di salah satu madrasah di Kencong untuk aktivitas para guru," tuturnya.
Sementara itu, Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Jember Rosyadi Badar saat dikonfirmasi beberapa media mengaku baru mendapat laporan runtuhnya bangunan itu hari ini. Untuk itu, pihaknya akan melihat kondisi bangunan untuk membuat laporan.
"Sebagai tindaklanjut, nanti akan kami ajukan pada anggaran 2017 untuk pembangunan gedung tersebut," katanya, saat dihubungi lewat sambungan telepon seluler.
"Hari ini kami masih akan cek dulu, karena peristiwanya baru kemarin. Kami juga akan kaji dulu seperti apa nanti langkah berikutnya," pungkasnya.
Video runtuhnya atap aula kantor KUA itu menyebar luas via media sosial, baik di Facebook maupun grup pesan instan. Berdasarkan hasil rekaman video amatir, bangunan itu runtuh diawali dari jatuhnya satu atap langit langit ruang aula. Selang 3 detik kemudian, disusul dengan ambruknya atap secara keseluruhan. (bdh/bdh)












































Foto: Yakub Mulyono