Direktur RSUD Jombang, dr Pudji Umbaran mengatakan, pada Senin (21/11) siang, korban keracunan yang menjalani perawatan sebanyak 20 orang. Namun, kondisi para santri putri itu berangsur membaik.
"Kemarin sore kami pulangkan 3 orang. Pagi ini setelah melalui pemeriksaan dokter anestesi sebagian besar sudah membaik. Semua sudah kami pulangkan, kecuali dua orang," kata Pudji kepada wartawan, Selasa (22/11/2016).
Menurut Pudji, dua santri harus menjalani perawatan intensif lantaran masih mengeluh sesak nafas dan pusing. "Kondisi dua korban ini masih ada keluhan pusing, sesak nafas sudah berkurang. Kami belum berani memulangkan, perlu perawatan intensif," ujarnya.
Pudji memastikan, puluhan santri putri di asrama Al Ikhlas Ponpes Bahrul Ulum terpapar racun dari asap fogging. Menurut dia, racun masuk ke tubuh para santri melalui saluran pernafasan dan meresap melalui pori-pori kulit. Sehingga, selain memberikan bantuan oksigen, para korban juga dimandikan agar steril dari kontaminasi racun.
"Para korban memang terdampak bahan racun yang masuk ke dalam tubuh sehingga sesak nafas. Kemudian ditambah lagi karena kondisi yang lemah mengakibatkan mual dan muntah," terangnya.
Keracunan massal di asrama putri Al Ikhlas Ponpes Bahrul Ulum, Desa Tambakrejo, Kecamatan Kabupaten Jombang terjadi beberapa menit setelah pemerintah desa dan pengasuh pondok menggelar fogging, Minggu (20/11) sore. Sedikitnya 32 santri putri dilarikan ke RSUD Jombang dan RS Pelengkap Jombang lantaran mengalami gejala keracunan. Para korban mengeluh sesak nafas, mual, dan muntah. (bdh/bdh)











































