Akibat batang pohon yang masih di tengah jalan, beberapa pengendara motor menjadi korban. Bahkan, seorang warga Wonokromo meninggal dunia setelah motornya menabrak pohon yang ada di lajur kiri jalan itu.
Sayangnya, Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya tidak responsif dengan kejadian tersebut. Seharusnya, Dishub bisa secepatnya mengantisipasi dengan memasang separator untuk menghindari kecelakaan, namun tidak ada tindakan sama sekali.
Pohon 'Maut' Sebelum Dipasang Separator/Foto: Deni Prastyo |
"Separator ini sebagai tanda kepada pengguna jalan untuk batas melintas," ujar Kanit Laka Polrestabes Surabaya AKP Eni Prihartin kepada detikcom, Sabtu (19/11/2016).
Eni mengatakan, pemasangan separator ini sudah dikoordinasikan dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Surabaya. Eni sendiri berharap agar masalah pohon di tengah jalan ini segera dituntaskan.
Foto: Istimewa |
Pelebaran jalan di Jalan Setail memang masih menyisakan masalah. Ada satu pohon trembesi yang menjorok ke tengah jalan. Keberadaan pohon tersebut cukup membahayakan. Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP), Satpol PP, dan Kecamatan Wonokromo akhirnya menebang pohon itu. Tak hanya itu, empat pohon angsana dan satu pohon beringin yang lokasinya di tepi badan jalan juga turut ditebang. Satu pohon berada di depan rumah nomor 24 dan empat lainnya di depan Rumah Sakit Hewan Setail. (iwd/bdh)











































Pohon 'Maut' Sebelum Dipasang Separator/Foto: Deni Prastyo
Foto: Istimewa