Buruh yang Datangi Rumah Wali Kota Risma Bubar, Janji akan Demo Lagi

Buruh yang Datangi Rumah Wali Kota Risma Bubar, Janji akan Demo Lagi

Imam Wahyudiyanta - detikNews
Kamis, 17 Nov 2016 17:15 WIB
Buruh yang Datangi Rumah Wali Kota Risma Bubar, Janji akan Demo Lagi
Foto: Imam Wahyudiyanta
Surabaya - Massa buruh yang mendatangi rumah Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini membubarkan diri. Tetapi mereka berjanji akan menyuarakan aspirasinya lagi sebelum UMK disahkan.

"UMK disahkan tanggal 21 November 2016. Kami hanya mempunyai waktu tiga hari untuk menyuarakan suara kami agar UMK sesuai dengan yang kami inginkan," kata juru bicara Gerakan Buruh Surabaya (GBS) Nurdin Hidayat kepada wartawan, Kamis (17/11/2016).

Setelah unjuk rasa sore ini, kata Nurdin, para buruh akan berkoordinasi lagi untuk menentukan langkah selanjutnya. Aksi unjuk rasa berikutnya belum ditentukan di mana. Bisa jadi di Balai Kota, rumah dinas, ataupun rumah pribadi Risma.

Untuk kabar terkhir mengenai UMK, Nurdin mendengar bahwa Pemprov Jatim telah mengembalikan usulan UMK Pasuruan sebesar Rp 3.584.200 pada kemarin. Namun Pemkab Pasuruan mengusulkan atau menyetorkan lagi usulan tersebut ke Pemprov Jatim dengan nilai yang sama.

"Pemprov Jatim juga mengembalikan usulan UMK Sidoarjo. Sidoarjo mau mengembalikan lagi ke Pemprov Jatim, namun terhalang karena bupatinya tidak ada di tempat," tandas Nurdin

Massa buruh mendatangi rumah Risma dengan niat agar Risma bisa merevisi UMK Surabaya yang diusulkan Pemkot Surabaya ke Pemprov Jatim sebesar Rp 3,2 juta. Nominal RP 3,2 juta tersebut merupakan versi Apindo berdasarkan PP 78.

Nilai UMK itu lebih rendah dari usulan serikat pekerja berdasarkan KHL oleh dewan pengupahan yang sebesar Rp 3,4 juta. Namun buruh sendiri ingin agar UMK berada di nominal Rp 3,6 juta. (iwd/bdh)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini