Emil Dardak mengaku, kerusakan infrastruktur tersebut bermacam-macam, mulai dari disebabkan oleh bencana alam maupun kerusakan yang diakibatkan oleh kualitas bangunan yang pas-pasan.
"Infrastruktur di Trenggalek ini memang rawan, inilah keputusan politik, kalau kita ingin mengejar kuantitas dan ingin mengejar semua orang senang, mungkin jadinya hanya disebar tipis-tipis dengan spesifikasi yang asal cukup saja," katanya, Kamis (17/11/2016).
Menurutnya, dampak pemerataan pembangunan yang kurang memperhatikan kualitas pekerjaan justru berdampak buruk bagi masyarakat yang memanfaatkan infrastruktur tersebut. Kondisi ini terjadi karena bangunan infrastruktur jalan, jembatan dan bangunan lain mudah mengalami kerusakan.
"Masak pekerjaan jalan satu tahun dua tahun sudah rusak, padahal idealnya lima tahun, itupun hanya cukup dengan perawatan rutin," ujarnya.
Emil mengaku, kebijakan pembangunan menjadi tantangan tersendiri bagi seorang kepala daerah, karena hampir seluruh warga menambakan. Sedangkan anggaran infrastruktur yang ada di APBD sangat terbatas.
"Resikonya memang ada, ketika kita ingin kualitas yang handal dan bisa bertahan lama tentunya butuh investasi, selain itu, mungkin dianggap pembangunnya tidak banyak," imbuhnya.
Bahkan kata Emil, banyak diantara kepala daerah yang gamang melakukan pembangunan berkualitas, karena takut hasil pembangunan yang dicapai justru dinikmati oleh kepala daerah berikutnya.
Namun dalam pembangunan di Trenggalek pihaknya berkomitmen untuk mengedepankan kualitas pembangunan dibanding dengan kuantias, yakni dengan memperioritaskan proyek-proyek strategis yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat luas. Karena kebijakan tersebut akan memiliki dampak besar bagi masyarakat.
"Inilah kesempatan untuk melakukan perubahan, kami akan rancang setiap pembangunan dengan baik dan benar tanpa harus memperhatikan silklus politik, kami ingin masyarakat menikmatinya," katanya
Suami artis Arumi Bachsin ini menambahkan terkait dengan minimnya anggaran belanja infrastruktur pada postur anggaran, pihaknya mengaku akan mengakali dengan memperiorotaskan pembangunan dengan sesuai aspirasi masyarakat.
"Alhamdulillah hasil dari musrenbang kecamatan, sebagian besar berhasil dipertahankan, sehingga bisa dilakukan pembangunannya pada tahun depan," kata Emil E Dardak.
Rencananya bupati akan melanjutkan safari infrastruktur ke sejumlah kecamatan, agar bisa melihat secara langsung kondisi fasilitas publik di Kabupaten Trenggalek. Kata dia melihat secara langsung kondisi infrastruktur akan menambah wawasan dan semangatnya untuk membangun Trenggalek. (bdh/bdh)











































