Simulasi Evakuasi Gempa Bumi dan Kebakaran Digelar Kampus Unej

Simulasi Evakuasi Gempa Bumi dan Kebakaran Digelar Kampus Unej

Yakub Mulyono - detikNews
Senin, 14 Nov 2016 13:30 WIB
Simulasi Evakuasi Gempa Bumi dan Kebakaran Digelar Kampus Unej
Foto: Yakub Mulyono
Jember - Universitas Jember (Unej) menggelar simulasi evakuasi kebakaran dan gempa bumi di gedung rektorat, Senin (14/11/2016). Simulasi itu ditujukan mengantispasi terjadinya bencana yang berdampak pada keamanan karyawan dan mahasiswa Unej.

Simulasi tersebut diikuti oleh 130 karyawan Unej mulai dari Satpam dan karyawan administrasi; sebanyak 122 relawan kebencanaan yang terdiri dari 80 relawan mahasiswa lama, dan 42 relawan kampus yang baru.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember Heru Widagdo menjelaskan, selain karyawan Unej dan tim relawan, kegiatan tersebut juga didukung oleh BPBD, BNPB, Basarnas, dan Unit Pemadam Kebakaran.

"Skenarionya yakni terjadi kebakaran di lantai III. Kemudian pihak Unej mengumumkan agar karyawan berlari ke jalur evakuasi. Lalu Tim pemadam kebakaran datang, sementara tim relawan menolong para korban," kata Heru.

Di saat tim pemadam kebakaran bekerja memadamkan api, tim relawan terlihat berlari masuk ke dalam gedung dengan membawa tandu. Sesaat kemudian, beberapa korban yang terjebak di dalam gedung dibawa menggunakan tandu ke luar ruangan.

Bagi yang tidak bisa dievakuasi menggunakan tandu, maka dikeluarkan menggunakan tali yang tersambung ke tiang bendera depan gedung rektorat, layaknya permainan Flying Fox.

Sementara itu, Rektor Unej Mohammad Hasan mengatakan, kegiatan ini berawal dari kekhawatiran pihaknya dengan beberapa potensi bencana yang bisa terjadi di Jember.

"Melihat peta Jember termasuk kawasan rawan bencana, kami ingin kampus Unej aman. Ini untuk mengantisipasi agar semua terselamatkan. Prosedur evakuasi harus bisa dipahami semua pihak. Bagaimana tindakan yang harus segera dilakukan jika bencana itu terjadi," kata Hasan.

Dia tidak berharap bencana gempa bumi dan kebakaran ini benar-benar terjadi. Namun dia ingin semua pihak harus siap.

"Kami ingin simulasi ini reguler dilakukan setidaknya satu tahun sekali, agar semua warga kampus saat bencana tidak panik," katanya.

Hasan menambahkan, Unej berencana membangun bangunan setinggi minimal enam lantai. Oleh sebab itu, pihaknya ingin simulasi ini bisa dipahami dan diterapkan oleh seluruh pihak jika bencana benar benar terjadi. (fat/fat)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini