Tingkatkan Daya Saing UMKM, Apkasi Kembangkan E-Commerce

Tingkatkan Daya Saing UMKM, Apkasi Kembangkan E-Commerce

Adhar Muttaqin - detikNews
Minggu, 13 Nov 2016 01:20 WIB
Tingkatkan Daya Saing UMKM, Apkasi Kembangkan E-Commerce
Sekretaris Eksekutif Apkasi, Rifqinizami Karsayuda/Foto: Adhar Muttaqin
Trenggalek - Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) berencana mengembangkan "e-commerse" untuk menunjang peningkatan daya saing produk UMKM dari seluruh kabupaten di Indonesia.

Sekretaris Eksekutif Apkasi, Rifqinizami Karsayuda saat mendampingi Walikota Catbalogan, Filipina di Trenggalek, Sabtu (12/11/2016) mengatakan, saat ini tim khusus dari Apkasi masih melakukan pendataan terhadap komoditas unggulan kabupaten-kabupaten di seluruh Indonesia hingga Desember mendatang.

"Masing-masing kabupatena akan kami ambil lima produk unggulannya, tapi prosesnya akan ketat dan hanya produk yang benar-benar berkualitas yang bisa dimasukkan," kata Rifqinizami Karsayuda kepada detikcom

Rifqi menjelaskan, Apkasi menargetkan pasar atau tempat berjualan produk UMKM kabupaten secara online tersebut akan diluncurkan pada Juli 2017, platform e-commerce Apkasi akan resmi diluncurkan.

"Nantinya, komoditas unggulan daerah akan dijadikan satu dalam website tersebut, ya seperti 'market place' yang saaat ini ada. Harapan kami produk unggulan itu bisa dikenal luas dan laku dijual," ujarnya.

Dijelaskan, munculnya ide pembuatan pasar online ini didasari oleh rendahnya serapan terhadap produk unggulan UMKM di masing-masing daerah. Hal ini sekaligus untuk mencegah terjadinya kartel-kartel besar yang hanya merugikan para pelaku UMKM.

Pihaknya mengaku, saat ini produk usaha kecil mikro memiliki kualitas yang cukup bagus dan layak untuk diperdagangkan di pasar dalam maupun luar negeri. Namun terkadang kondisi tersebut terhambat oleh minimnya pengetahuan dan lemahnya jaringan.

"Kami ingin menjembatani itu agar perekonomian daerah mampu berkembang secara dinamis. Sehingga produk yang mungkin selama ini belum terkenal bisa memiliki daya saing yang bagus," imbuh Rifqi.

Ia mengakui selama ini banyak pelaku pelaku bisnis berskala besar justru memanfaatkan keberadaan UMKM untuk mencari keuntungan sendiri, tanpa memperhatikan pertumbuhan usaha kecil. Kata dia, biasanya produk UMKM yang memiliki kualitas bagus akan di kumpulkan secara besar-besaran dan disortir ulang untuk dipasarkan di luar negeri dengan harga keekonomian yang melambung tinggi.

"Nah, kadang pelaku UMKM sendiri tidak tahu kemana dan bagaimana produknya dijual. Harapannya dengan e-commerce ini mereka bisa mengakses langsung ke konsumen tanpa melalui kartel," katanya.

Rencananya ada dua konsep yang akan diterapkan dalam program Apkasi tersebut, yakni pemasaran produk langsung dari produsen ke konsumen secara langsung, seperti pasar perdagangan online pada umumnya.

"Jadi kalau misalkan orang luar Jawa atau luar negeri mau beli batik Trenggalek bisa langsung mengaksesnya melalaui website tersebut, jadi konsumen tinggal pilih, mana produk yang diinginkan," kata Rifqi.

Sedangkan konsep yang kedua yakni "business to business" utamanya menyangkut produk yang sulit dikembangkan melalui metode pertama. Diantaranya untuk komoditas, seperti Kopi, Kakao serta produk perikanan dalam skala besar.

"Nah, kalau itu kita arahkan menjadi pemasok bahan baku, dari petani ke pedagang besar," imbuhnya.

Sementara itu Bupati Trenggalek yang juga Wakil Ketua Umum Apkasi mendukung penuh rencana peluncuran e-commerce , karena saat ini sejumlah produk unggulan daerah banyak yang belum bisa muncul ke permukaan, akibat minimnya sarana dan prasarana yang memadai, termasuk sistem pemasaran secara online.

"UMKM ini perlu didorong untuk maju, karena mereka akan memperkokoh perekonomian daerah. Apabila UMKM ini kuat maka kami yakin roda perekonian di daerah akan mengalami perkembangan yang pesat," ujarnya. (bdh/bdh)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini