Kunjungi Trenggalek, Walikota Terbaik Filipina Bagi Pengalaman ke Bupati Emil

Kunjungi Trenggalek, Walikota Terbaik Filipina Bagi Pengalaman ke Bupati Emil

Adhar Muttaqin - detikNews
Sabtu, 12 Nov 2016 17:36 WIB
Kunjungi Trenggalek, Walikota Terbaik Filipina Bagi Pengalaman ke Bupati Emil
Foto: Adhar Muttaqin
Trenggalek - Walikota terbaik di Filipina berkunjung ke Trenggalek, Jawa Timur. Kedatangan walikota Catbalogan ini guna berbagai pengalaman dalam mempercepat laju pertumbuhan daerah.

Walikota Catbalogan, Filipina, Hon Stephany Uy-Tan datang ke Trenggalek bersama sejumlah delegasi dari persatuan pemerintah daerah se-Asia Pasifik (UCLG Aspac) serta Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi).

"Jadi hari ini kami menggelar seminar bersama UCLG, Apkasi dan Walikota Stephany tentang bagaimana mengembangkan perekonomian lokal sehingga mampu meningkatkan daya saing daerah," kata Bupati Trenggalek, Emil Elestianto Dardak kepada detikcom, Sabtu (12/11/2016).

Walikota Terbaik Filipina Berbagai Pengalaman di TrenggalekFoto: Adhar Muttaqin
Emil mengaku, kedatangan walikota Stephany tersebut juga sebagai sarana untuk mempererat kerjasama internasional antara Kabupaten Trenggalek dengan Catbalogan, serta Negara Filipina. Tak hanya itu saja, kegiatan tersebut juga menggandeng sejumlah pemerintah daerah di sekitar Trenggalek seperti, Ponorogo, Pacitan, Tulungagung, Blitar maupun Kediri.

Menurutnya, kepala daerah yang masih berusia 33 tahun tersebut memiliki prestasi yang cukup mumpuni dalam membangun daerah yang dipimpin. Kota yang semula hanya memilki indeks daya saing nomor 106 se-Filipina, langsung meroket menjadi nomor 46.

"Ilmu itulah yang coba kita adopsi di Trenggalek, karena Catbalogan sendiri karakter wilayahnya hampir sama dengan di sini, ada gunung, ada laut dan sering mengalami bencana juga," ujarnya.

Walikota Terbaik Filipina Berbagai Pengalaman di TrenggalekFoto: Adhar Muttaqin
Sebelum berbagai pengalaman kepada ratusan peserta, walikota Stephany terlebih dahulu meninjau sejumlah produk kerajinan batik khas Trenggalek. Bahkan wanita yang pernah menjadi kepala desa di usia 23 tahun itu sempat mencoba untuk membatik.

Stephany Uy-Tan mengatakan, mengubah wilayah yang tadinya memiliki daya saing rendah menjadi kota yang diperhitungkan, membutuhkan perjuangan yang ekstra. Ia mengaku salah satu caranya yakni dengan menciptakan sistem pemerintahan yang bersih dan kredibel.

"Di kota saya untuk pengajuan perizinan penanaman modal hanya cukup mudah dan hanya membutuhkan waktu satu hari, dengan melalui tiga langkah dan sistem sudah online semuanya," katanya.

Selain itu, untuk menunjang iklim investasi, pemerintah daerah juga memberikan kepastian hukum terhadap unit usaha yang beroperasi di wilayahnya. Pemerintahnya mengandeng pihak kepolisian untuk menertibkan usaha yang tidak memiliki perijinan lengkap.

Stephany menambahkan seluruh transaksi pemerintah di daerahnya telah dikomputerisasi dan disesuaikan dengan aturan perundang-undangan yang ada. Sehingga pengelolaan keuangan darah lebih transparan dan memiliki implementasi hukum yang ketat.

"Jangan salah, kinerja yang prima itu tidak harus dengan biaya tinggi, tapi niat dan konsistensi. Karena anggaran daerah kami hanya sedikit sekali dan separonya sudah tersedot untuk gaji pegawai," imbuhnya.

Kedatangan Walikota Catbalogan ini mendapat sambutan yang cukup antusias, baik dari pemerintah lokal Trenggalek maupun sejumlah perwakilan pemerintah daerah di eks-Karesidenan Kediri dan Madiun. (bdh/bdh)
Berita Terkait