Ini Penyebab Pasuruan Jadi Langganan Banjir

Ini Penyebab Pasuruan Jadi Langganan Banjir

Muhajir Arifin - detikNews
Sabtu, 12 Nov 2016 14:30 WIB
Ini Penyebab Pasuruan Jadi Langganan Banjir
Foto: Muhajir Arifin
Pasuruan - Setiap tahun pada musim hujan, sebagian besar wilayah di Pasuruan selalu dilanda banjir. Selain pemukiman baik di wilayah kabupaten maupun kota madya, banjir juga kerap merendam jalan raya dan melumpuhkan jalur pantura.

"Penyebab banjir Pasuruan sangat kompleks. Pertama penyempitan dan pendangkalan sungai, kemudian berkurangnya hutan di hulu sehingga air langsung turun saat hujan lebat, dan kondisi pasang surut air laut," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan, Bakti Jati Permana, Sabtu (12/11/2016).

Tiga faktor di atas, lanjut Bakti, belum termasuk buruknya drainase di sejumlah lokasi dan kebiasaan buang sampah sembarangan. Di sejumlah lokasi, kata Bakti, banjir tak selalu akibat sungai meluap. "Hujan lebat juga menyebabkan banjir karena drainase yang buruk," terangnya.

Pasuruan dilalui sejumlah Daerah Aliran Sungai (DAS) besar antara lain Sungai Kedunglarangan, Sungai Rejoso, Sungai Welang, Sungai Petung dan Sungai Gembong. Sungai-sungai ini berhulu di kawasan Gunung Arjuna-Welirang dan Gunung Bromo dan bermuara di laut utara Jawa. "Harus ada mitigasi struktural dan non struktural," jelas Bakti.

Mitigasi struktural diantaranya melakukan normalisasi sungai-sungai, reboisasi dan pembangunan drainase yang baik.

"Kalau normalisasi itu wewenang Provinsi (Jatim), reboisasi juga banyak pihak yang harus diajak, seperti Tahura, Perhutani, BLH, perusahaan dan organisasi," jelas Bakti.

Menurut Bakti, pihaknya selama ini sudah melakukan mitigasi non-struktural seperti menciptakan masyarakat tangguh bencana, kemudian menyiapkan jalur penyelamatan.

"Kami menjalankan fungsi tanggap darurat seperti evakuasi, membantu penyediaan logistik dan membantu perbaikan kerusakan rumah dan infrastruktur. Jika ada kerusakan baik rumah warga maupun fasilitas umum, kami mengusulkan pada pemerintah daerah untuk dilakukan perbaikan," katanya.

Menurut Bakti, dalam upaya mitigasi non struktural tersebut, Bupati Irsyad Yusuf terus aktif memantau perkembangan informasi bencana dari camat dan kepala desa. Camat dan kepala desa sebelumnya sudah diperintahkan memperbarui informasi potensi bencana setiap satu jam.

"Kemarin Bapak Bupati juga mengukuhkan Forum Desa Tangguh Bencana Wonokitri, Kecamatan Tosari. Organisasi ini dibentuk untuk membantu pemerintah dalam upaya tanggap darurat bencana," jelas Bakti.

Kecamatan rawan banjir Kabupaten Pasuruan antara lain Beji, Bangil, Kraton, Grati, Nguling, Winongan, Rembang, Pohjentrek, Kejayan. Selain itu, dua kecamatan di Kota Madya Pasuruan, Gadingrejo dan Bugulkidul, juga rawan banjir. (bdh/bdh)
Berita Terkait