Banjir akibat meluapnya Sungai Welang merendam 800 rumah di Desa Tambakrejo, Kecamatan Kraton. 700-an rumah di Kelurahan Karangketug, Kecamatan Gadingrejo, juga terendam. Selain itu, 200 rumah di Sukorejo dilanda banjir.
"Sudah surut, tingggal genangan di beberapa lokasi. Warga juga sudah bersih-bersih sejak tadi pagi," kata Kepala BPBD Kabupaten Pasuruan Bakti Jati Permana, Kamis (10/11/2016).
Banjir kali ini, kata Bakti, lebih kecil dibanding banjir sebelumnya meski dampaknya juga sama hingga memutus jalur Pantura Pasuruan. Mujiono (52) warga Desa Tambakrejo, saat ditemui detikcom, mengaku dirinya dan warga sekitar sudah terbiasa menghadapi banjir langganan. Sebagian besar warga sudah siap jika hujan deras mengguyur dan debit Sungai Welang tinggi.
"Banjir mulai besar sejak pukul lima sore kemarin, baru surut tadi pagi," kata Mujiono.
Mujiono sibuk membersihkan rumah dan warungnya dari endasan lumpur yang terbawa banjir. "Kami harapkan ada upaya serius untuk mencegah banjir di sini," harapnya.
"Kami harapkan ada upaya serius untuk mencegah banjir di sini," harapnya.
Sejumlah warga di Kelurahan Karangketug juga tampak sibuk membersihkan rumah mereka dari meterial banjir. Dalam banjir kali ini tak ada warga yang mengungsi.
Banjir akibat meluapnya Sungai Welang kembali merendam Jalan Raya Tambakrejo, Kraton, Pasuruan. Akibatnya, lalu lintas di jalur pantura Surabaya-Probolinggo sempat lumpuh dan dialihkan dari timur atau Probolinggo yang menuju Surabaya diarahkan ke Purwosari. Sebaliknya dari barat atau Surabaya diarahkan melalui Pandaan. (fat/fat)











































