Nobar Pilpres AS di Konjen, Gus Ipul: Pemilu AS Gambaran Demokrasi untuk Rakyat

Nobar Pilpres AS di Konjen, Gus Ipul: Pemilu AS Gambaran Demokrasi untuk Rakyat

Rois Jajeli - detikNews
Rabu, 09 Nov 2016 17:28 WIB
Nobar Pilpres AS di Konjen, Gus Ipul: Pemilu AS Gambaran Demokrasi untuk Rakyat
Foto: Rois Jajeli/detikcom
Surabaya - Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf menyempatkan hadir di acara Election Open House di kantor Konsulat Jenderal Amerika Serikat di Surabaya. Di acara tersebut, Wagub menyambut gembira proses Pilpres AS dan yakin siapapun pemenangnya, hubungan antara Amerika Serikat dan Indonesia tetap berjalan baik.

"Pertama, kita ucapkan selamat dan sukses kepada negara Amerika Serikat atas penyelenggaraan pemilu presiden 2019," kata Gus Ipul, sapaan akrab Saifullah Yusuf, saat memberikan sambutan di Election Open House, Rabu (9/11/2016) siang tadi

Gus Ipul menyampaikan, semua tahu bahwa proses Pilpres AS yang diikuti calon presiden AS dari Partai Republik Donald Trump dengan capres dari Partai Demokrat Hillary Clinton cukup panas, menegangkan, dan hasilnya ditunggu oleh masyarakat dunia.

Menurut dia, banyak pelajaran yang bisa dipetik dari proses Pilpres AS. "Sepanas apapun, penentuan akhirnya ada di rakyat Amerika Serikat. Melalui pemilu ini, dunia tahu apa wacana yang sedang berkembang di Amerika," tuturnya.

Gus Ipul percaya, siapapun yang terpilih sebagai Presiden Amerika Serikat, hubungan antara Amerika dengan Indonesia akan tetap baik dan ke depan semakin baik.

"Amerika dan Indonesia memiliki kepentingan yang sama, termasuk sama-sama percaya bahwa demokrasi adalah jalan terbaik untuk menuju kesejahteraan," tuturnya.

Sementara itu, Konsul Jenderal AS di Surabaya Heather Variava menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Indonesia yang sejak pagi hadir menyaksikan hasil pemungutan suara Pilpres AS. Termasuk kehadiran Wagub Jatim Gus Ipul yang menurutnya sebagai gambaran kemitraan dan hubungan baik antara Amerika Serikat dan Indonesia.

"Kami sangat senang bisa merasakan proses demokrasi di Indonesia. Kita semua tahu bahwa, Amerika Serikat dan Indonesia merupakan negara demokrasi. Siapapun Presiden AS yang terpilih, kemitraan antara Amerika dan Indonesia tidak akan berubah," katanya. (roi/try)
Berita Terkait