11 Bulan, Lebih 25 Ribu Orang Belajar Inovasi di Banyuwangi

11 Bulan, Lebih 25 Ribu Orang Belajar Inovasi di Banyuwangi

Ardian Fanani - detikNews
Rabu, 09 Nov 2016 15:17 WIB
11 Bulan, Lebih 25 Ribu Orang Belajar Inovasi di Banyuwangi
Foto: Ardian Fanani
Banyuwangi - Dalam kurun waktu Januari-November 2016, sebanyak 345 delegasi dari berbagai lembaga dan instansi berkunjung ke Kabupaten Banyuwangi. Mereka datang dari lembaga pendidikan dan dinas atau badan pemerintah daerah dari berbagai daerah di Indonesia untuk studi banding terkait berbagai program dan inovasi yang dikembangkan di Banyuwangi.

Para delegasi dari berbagai daerah itu rata-rata tertarik mengkaji sejumlah program dan inovasi, baik itu di bidang pariwisata, pelayanan publik, industri kreatif berbasis desa, maupun pengelolaan anggaran.

Kepala Bagian Humas Pemkab Banyuwangi Juang Pribadi mengatakan, jumlah rombongannya sekitar 24.150 orang karena setiap instansi/lembaga rata-rata membawa 70 orang dalam rombongan.

"Seperti kemarin misalnya ada kunjungan 78 orang dari Kabupaten Boyolali dan 95 orang dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung. Mereka ada yang datang karena rekomendasi dari lembaga atau daerah lain. Ada juga yang datang karena rekomendasi BPK agar bisa melihat sistem keuangan Banyuwangi yang sudah berbasis akrual," ujar Juang saat berbincang dengan detikcom, Rabu (9/11/2016).

Sejumlah lembaga/instansi yang berkunjung di antaranya berbagai kampus dari Surabaya, Malang, Semarang, Bandung, Jakarta, Yogyakarta, Bogor dan Palembang. Adapun dari pemerintah daerah datang dari berbagai kota/kabupaten/provinsi di Jawa, Sumatera, Sulawesi, Papua, Bali, dan Kalimantan.

"Biasanya rombongan diterima di lounge pelayanan publik yang memang menjadi sumber informasi kinerja pembangunan daerah. Namun, sebagian ada yang langsung menuju ke dinas atau desa yang dituju," paparnya.

Selain mengunjungi kantor Pemkab Banyuwangi, lanjut Juang, para delegasi tersebut ada yang langsung berkunjung ke kantor desa, terutama desa yang sudah masuk dalam program 'Smart Kampung'. "Pekan lalu ada dari Kabupaten Magetan ke beberapa desa di Banyuwangi. Sebelumnya ada dari Papua," ujarnya.

Sementara Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengaku kedatangan puluhan ribu orang dalam delegasi tersebut dengan sendirinya juga menggairahkan industri pariwisata di Banyuwangi. Permintaan kamar hotel, kuliner, dan produk kerajinan untuk oleh-oleh meningkat.

Berdasarkan catatan, rata-rata tiap delegasi berada di Banyuwangi selama dua hari. Ini adalah model wisata studi yang melengkapi pesona Banyuwangi sebagai destinasi wisata alam dan budaya.

"Kami berterima kasih atas kunjungan tersebut, dan tentu di dalamnya kami juga bisa terinspirasi dari program-program mereka di daerah masing-masing berdasarkan hasil diskusi yang dilakukan. Selain itu, kunjungan tersebut telah ikut mendorong kemajuan sektor penunjang pariwisata di daerah kami," kata Anas. (fat/fat)
Berita Terkait