Pengamatan detikcom, foto-foto yang diunggah pada 7 September oleh akun Ariyani Camutt di facebook itu menyedot perhatian. Berbagai komentar beragam mengalir. Bahkan hingga Pukul 12.53 Wib, Selasa (8/11/2016), sudah 21.574 netizen yang membagikan postingan itu.
Ariyani Camutt dalam postingannya menulis "Nenek ini jualan koran di surabaya. Klau dri arah kampus stiesa manyar lurus ke timur smpai stopan lampu merah.dia jualan di sekitar stopan lampu merah situ.Bgi tman2 q yg lewat daerah situ dn tau nenek ini jualan koran....bgi yg mau bantu, bsa tuk bli koran nenek ini/mmberi sdikit bantuan ke nenek ini.kasihaaan.......".
Foto: Istimewa |
Tak sedikit netizen yang berkomentar untuk membantu sang nenek dengan membeli korannya. Namun foto-foto itu bukan Ariyani Camutt yang mengabadikan.
"Soalnya photo ini td di posting am slah 1 anggota FKPSP.trus photo tak ambil," tulis Ariyani Camutt di kolom komentar media sosial milinya.
Reporter detikcom mencoba menelusuri lokasi penampakan sang nenek jualan koran. Mulai dari kawasan Klampis hingga Jalan Arif Rahman Hakim disusuri sedari Pukul 08.00 Wib.
Bahkan lokasi sang nenek yang menyebar secara viral itu juga sudah diintip. Tidak ada lagi penampakan sang nenek yang jualan koran di pertinggaan Klampis itu.
"Sudah lama tidak jualan setelah ada petugas Dinsos (Dinas Sosial) yang menemui," kata Yadi, pedagang es cao yang ditemui detikcom tak jauh dari lokasi sang nenek mangkal jualan koran.
Menurut Yadi, banyak pengguna jalan yang memberikan rezeki khususnya pada Hari Jumat. Sang nenek yang pada saat itu jualan koran ditemani sang cucu.
"Jika Jumat, banyak yang ngasih rezeki ke nenek itu. Mulai dari uang hingga nasi kotak," kata Yadi.
Foto: Zainal EffendiTak ada lagi sang nenek yang jualan koran |
Yadi mengaku dirinya sudah seringkali mengingatkan kepada nenek itu agar tidak perlu jualan di pertigaan. Selain karena usia, kawasan itu juga padat kendaraan sehingga membahayakan.
"Saya pernah mengingatkan. Lapo Mbak dodolan, anake ae lo (Ngapain Nek jualan, anaknya saja lo)," kata Yadi.
Dan semenjak viral, banyak yang mencari sang nenek tersebut karena ingin membantu meringankan beban perekonomiannya.
"Sampean orang yang keseribu yang mencari nenek itu," kata Yadi dengan tertawa.
Kepala Dinas Sosial Kota Surabaya Supomo mengaku pihaknya sudah menemui nenek dan keluarganya yang jualan koran tersebut. "Kita berharap neneknya dijaga di rumah, kasihan usianya sudah renta," kata Supomo kepada detikcom melalui sambungan telepon. (ugik/ugik)












































Foto: Istimewa
Foto: Zainal Effendi