Lima Perampok di Banyuwangi Ditangkap dan Ditembak Kakinya

Lima Perampok di Banyuwangi Ditangkap dan Ditembak Kakinya

Ardian Fanani - detikNews
Kamis, 03 Nov 2016 14:07 WIB
Lima Perampok di Banyuwangi Ditangkap dan Ditembak Kakinya
Foto: Ardian Fanani
Banyuwangi - Lima pelaku perampokan ditangkap Satuan Reskrim Polres Banyuwangi. Kelimanya terpaksa ditembak kakinya, karena mencoba kabur saat ditangkap. Kelimanya merupakan pelaku dugaan kasus pencurian dengan kekerasan di kediaman Jamhari (57) warga Lingkungan Wonosari, Kelurahan Sobo, Kecamatan Banyuwangi, Sabtu (8/10) lalu.

Kelima identitas perampok itu antara lain ES (29) asal Desa Wonosobo Kecamatan Srono, MS (40) asal Desa Rejoagung Kecamatan Srono, HR (42) tinggal di Desa Alas Bulu, Kecamatan Wongsorejo, SR (45) bermukim di Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro serta MS (50) asli Desa Sambirejo, Kecamatan Bangorejo. Sedangkan satu pelaku lagi yang masih buron berinisial Nur.

Pengungkapan kasus ini bermula dari kerja Tim Resmob Polres Banyuwangi yang mengamankan AV, seorang penadah, diduga memegang HP Samsung milik korban. Saat diinterogasi AV mengungkap mengenai asal usul barang elektronik yang ada di tangannya. Rupanya HP itu berasal ES.

"ES merupakan salah satu pelaku utama. Dalam pengembangan penyelidikan akhirnya aparat berhasil menangkap ES plus barang bukti HP dan laptop. Dari lima pelaku itu empat orang berhasil kita tangkap. Sedangkan satu lagi masih DPO. Peran sang buronan itu sebagai penunjuk jalan," ujar Kapolres Banyuwangi AKBP Budi Mulyanto kepada detikcom, Kamis (3/11/2016).

Komplotan perampok yang mempersenjatai diri dengan senjata api serta golok ini sangat bengis. Ketika beraksi di rumah korban, MS menodongkan dua senpi ke arah kepala pemilik rumah.

Para pelaku yang rata-rata para residivis yang sudah berulangkali keluar masuk penjara bahkan menyekap korban. Sedangkan yang lain mengacungkan golok serta clurit ke arah leher. Karena itu ketika tertangkap para pelaku terpaksa dihadiahi timah panas.

"Saya tidak akan mentolelir semua aksi yang berbasiskan senjata api. Senpi sangat riskan. Maka segala aksi kejahatan menggunakan senjata api akan kita tindak tegas dan terukur," tegas Kapolres Budi.

Selain mengejar keberadaan si penunjuk jalan yang kini masih buron, polisi juga mendalami dua senjata api yang digunakan MS saat merampok rumah Jamhari. Kapolres menegaskan bahwa tim pencarian telah bergerak untuk mengembangkan produsen senpi rakitan tersebut.

"Senpi didapat dari luar kota. Saya tidak bisa sebutkan nama kotanya. Mohon doa restunya semoga kami bisa menungkap sampai ditingkat produsen," harapnya.

Akibat perampokan yang dilancarkan enam pelaku, korban menderita kerugian sekitar Rp 90 juta. Di samping menggondol uang Rp 40 juta, para perampok bahkan membawa kabur sejumlah barang elektronik serta perhiasan. (fat/fat)
Berita Terkait