Area Manager Communication and Relation Pertamina MOR V Heppy Wulansari, mengatakan, tangki pendam yang meledak adalah tangki pendam untuk bahan bakar jenis Premium dengan kapasitas 30 kiloliter, yang sudah sekitar 5 bulan tidak beroperasi.
"Pada saat kejadian, sedang dilakukan maintenance untuk uji coba pengaktifan kembali tangki pendam. Ledakan terjadi sesaat setelah aliran listrik dinyalakan untuk memastikan koneksi sistem pada tangki pendam," kata Heppy dalam rilis yang diterima detikcom, Senin (1/11/2016).
Ditambahkan, indikasi sementara ledakan diduga karena di area tangki pendam dan pipa ada gas yang terperangkap, serta terjadi percikan api karena adanya listrik statis. "Tapi kami masih menginvestigasi penyebab pastinya," tambah dia.
Heppy juga menyebut, dampak ledakan hingga merusak kendaraan (motor) konsumen serta kediaman Andrianto di seberang jalan akibat lontaran material ledakan akan diganti oleh SPBU.
"Kami menjamin kebutuhan BBM bagi masyarakat tidak terganggu karena bisa membeli di SPBU Tidar maupun Sukun, jaraknya cukup lumayan dekat," katanya.
Aparat kepolisian sendiri, hari ini rencananya akan menggelar olah TKP untuk memastikan penyebab dari ledakan. (bdh/bdh)











































