"Perlu saya klarifikasi, bukan ledakan. Tetapi yang benar adalah letupan, kalau ledakan ada api, ini tidak," tegas Manager SPBU, Nizar Arifal kepada wartawan di lokasi, Senin (31/10/2016) petang.
Nizar mengaku, tangki pendam yang meletup sudah tidak digunakan lagi. Tetapi dirinya tak membantah letupan sempat mengeluarkan asap. "Tangkinya sudah tidak dipakai lagi, sempat ada asap, bukan api," aku dia.
Dirinya juga tidak dapat memberikan keterangan penyebab letupan. Nantinya tim khusus dari Pertamina akan melakukan investigasi. "Ini SPBU milik Pertamina. Nanti ada tim HSSE yang menginvestigasi," ujarnya.
Menurut keterangan yang dihimpun detikcom, tangki pendam sudah tidak dioperasikan lagi. Lokasi tangki berada di sebelah barat dari area SPBU. Tutup dari tangki itulah yang terlempar ketika terjadi ledakan hingga menimpa kediaman warga di seberang jalan.
Aparat kepolisian sudah memasang garis polisi dan masih akan menggelar olah TKP. "Olah TKP besok, penyebabnya belum tahu," tandas Kasatreskrim Polres Malang Kota AKP Tatang Prajitno kepada detikcom di lokasi kejadian.
PMK Kota Malang sempat datang ke lokasi untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran. (bdh/bdh)










































