Menurut sejumlah pegawai BPR yang berada dilokasi kejadian, gedung bank milik Pemkot Kediri di Jl. Airlangga No 3 itu runtuh sekitar pukul 15.30 WIB. Saat kejadian, ada 10 orang pegawai yang saat itu bekerja lembur karena akhir bulan. Akibat kejadian tersebut, dua orang karyawan terluka cukup parah pada bagian kepala.
"Tadi saya masih di belakang mas, tiba-tiba atap genting runtuh teman-teman sebagian bisa menyelamatkan diri, tapi mas Rully dan Pak Pri yang terluka kepalanya," kata Erni, salah seorang pegawai yang nampak shock saat ditemui wartawan di halaman kantor.
Kedua korban luka yakni, Rully Sabilani karyawan bagian IT, warga Kecamatan Ringinrejo Kabupaten Kediri dan Prijadi, bagian Umum, warga Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri. Kedua karyawan ini yang mengalami luka robek pada bagian kepala cukup parah dan harus menjalani perawatan intensif di RS Bhayangkara Kediri.
Pihak Kepolisian Sektor Kota Kediri yang berada di lokasi kejadian bersama dengan unit Identifikasi Polres Kediri langsung mengamankan gedung dengan memasang garis polisi. Mengingat TKP merupakan bank perkreditan, guna menghindari tindakan kriminal sejumlah polisi bersenjata lengkap berjaga di luar gedung.
"Informasi awal ini mungkin disebabkan karena konstruksinya, penyangga bangunannya nampaknya hanya nempel," kata Kapolsek Kota Kediri Kompol Totok Widiarto.
Berdasar pengamatan detikcom di lokasi, sejumlah polisi dan pegawai BPR Kota Kediri masih berjaga di lokasi kejadian.
"Olah TKP sudah dilakukan oleh tim ident, korban sudah dibawa ke rumah sakit, selanjutnya anggota dan tim security menjaga lokasi untuk menjaga hal tidak diinginkan," jelas Totok.
Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak BPR terkait kejadian runtuhnya gedung BPR Kota Kediri. (bdh/bdh)










































