Salah seorang warga, Tiana (50) mengatakan, puting beliung yang disertai hujan deras terjadi sekitar pukul 15.00 Wib. Saat itu, dirinya sedang makan di dapur rumahnya.
Gemuruh angin yang menerjang mengakibatkan atap rumahnya beterbangan. Meski dia bersembunyi di kolong meja, kaki kanannya tertimpa beberapa genting yang berjatuhan.
"Atap rumah saya sampai terbang ke atas jatuh di rumah tetangga," kata Tiana sembari menunjukkan luka lecet pada betisnya sebelah kanan, Sabtu (29/10/2016) sore.
Kepala Desa Sidokerto, Amir Kohar menuturkan, angin puting beliung hanya menerjang Dusun Branjang. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam musibah ini.
"Yang mengalami kerusakan 75 rumah lebih. Rata-rata atap rumah rusak. Yang parah ada tiga rumah tembok bagian depan ambruk," terangnya.
Selain merusak puluhan rumah warga, angin puting beliung juga menyumbangkan sejumlah pohon dan tiang listrik di Dusun Branjang. Saat ini warga sibuk membenahi kerusakan pada rumah masing-masing.
Sebelumnya angin puting beliung juga menerjang pemukiman penduduk Dusun Sumbermiri, Desa Begasurkedaleman, Kecamatan Gudo, Kabupaten Jombang, Sabtu (1/10). Angin kencang itu merusak 80 rumah warga. (fat/fat)











































