November, Daops IX Layani Perjalanan Jember-Cirebon

November, Daops IX Layani Perjalanan Jember-Cirebon

Yakub Mulyono - detikNews
Jumat, 28 Okt 2016 12:22 WIB
November, Daops IX Layani Perjalanan Jember-Cirebon
KA Ranggajati melayani Jember-Cirebon PP awal November/Foto: Yakub Mulyono
Jember - PT KAI Daops IX Jember resmi mengumumkan trayek baru yang akan beroperasi awal November 2016 ini. Kereta Api (KA) Ranggajati akan melayani penumpang dengan relasi Jember-Cirebon PP.

Assisten Humas PT KAI Daops IX Jember Tohari mengatakan, KA Ranggajati ini merupakan KA kelas eksekutif yang akan berangkat dari Jember pukul 05.00 WIB dan tiba di Cirebon pukul 20.35 WIB.

"Kereta ini terdiri atas 10 rangkaian gerbong kereta, yaitu 4 kereta eksekutif, 4 kereta bisnis, 1 kereta makan dan 1 kereta pembangkit atau bagasi," terang Tohari, Jumat (28/10/2016).

Mengenai tarif, sama halnya dengan KA Kelas eksekutif lainnya, PT KAI memberlakukan Tarif Batas Atas (TBA) dan Tarif Batas Bawah (TBB).

Untuk TBA kelas eksekutif jarak 0-310 Km tiket dijual Rp 460.000 per penumpang. Untuk TBA dengan jarak antara 311-625 Km Rp 520.000 per tiket. Sedangkan untuk TBA jarak di atas 625 Km Rp 650.000 per tiket.

"Sementara untuk tarif batas bawah untuk kelas eksekutif mulai Rp 170.000, Rp 190.000 dan Rp 240.000 per tiket," sebut Tohari.

Selain kelas eksekutif, Tohari juga menyebutkan penetapan tarif KA kelas bisnis. Untuk tiket kelas bisnis, tarif batas atas dijual dengan harga mulai Rp 390.000, Rp 440.000 dan Rp 550.000.

"Sedangkan untuk kelas bisnis yang tarif batas bawah harganya yaitu mulai Rp 130.000, Rp 140.000 dan Rp 180.000 per tiket," ujarnya.

Mengenai pemberangkatan, lanjut Tohari, KA Ranggajati akan menggeser waktu berangkat KA Logawa yang sebelumnya berangkat pukul 05.00 WIB dari stasiun Jember menuju Purwokerto.

"Oleh sebab itu, keberangkatan KA Logawa akan diganti pukul 06.10 WIB dari stasiun Jember. Kami berharap, dengan adanya trayek baru ini, maka masyarakat bisa mendapatkan pelayanan maksimal untuk menggunakan mode transportasi Kereta Api," katanya. (fat/fat)
Berita Terkait