Pemkab Trenggalek Rasionalisasi Proyeksi RAPBD 2017

Pemkab Trenggalek Rasionalisasi Proyeksi RAPBD 2017

Adhar Muttaqin - detikNews
Rabu, 26 Okt 2016 12:03 WIB
Pemkab Trenggalek Rasionalisasi Proyeksi RAPBD 2017
Foto: Adhar Muttaqin
Trenggalek - Pemerintah Kabupaten Trenggalek melakukan rasionalisasi proyeksi dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) 2017 yang diajukan ke DPRD setempat.

Dalam nota RAPBD Trenggalek 2017 yang diserahkan bupati, Senin (24/10/2016), jumlah anggaran daerah tahun depan mengalami penurunan lebih dari Rp 100 miliar, dari semula Rp 1,7 triliun menjadi Rp 1,6 triliun.

"Kami mencermati RAPBN memang terjadi penyesuaian yang cukup mendasar yang disesuaikan dengan kondisi keuangan pusat, makanya kami juga merefleksikan itu ke RAPBD," kata Bupati Trenggalek, Emil Elestianto Dardak, Rabu (26/10/2016).

Dijelaskan, penurunan proyeksi RAPBD tersebut dilatar belakangi oleh merosotnya dana perimbangan dari pemerintah pusat, berupa Dana Alokasi Umum (DAU) maupun Dana Alokasi Khusus (DAK). Kondisi tersebut memaksa pemerintah daerah untuk melakukan penyesuaian dengan memperioritaskan program yang berdampak langsung terhadap perekonomian maupun masyarakat luas.

Suami Arumi Bachsin ini mengakui, postur RAPBD 2017 relatif lebih ramping dibanding tahun sebelumnya, salah satunya terkait dengan anggaran belanja langsung. Menurutnya khusus pada belanja langsung, pihaknya memperkirakan akan terjadi penurunan anggaran sebesar 34 persen dibanding tahun 2016 yang mencapai Rp 735 miliar.

"Tapi itu angkanya masih sementara, sebagian proyeksi anggaran dari pusat dan provinsi belum dicantumkan, karena masih menunggu," ujarnya.

Untuk itu, Pemkab Trenggalek memilih merasionalisasi anggaran dengan memperioritaskan program-program yang membawa dampak besar kepada masyarakat. Diantaranya penyediaan anggaran pembebasan lahan untuk proyek jalus pantai selatan (Pansela), pengembangan pesisir selatan serta normalisasi sungai.

Emil menambahkan, pihaknya juga akan melakukan audit tingkat kerawanan di sejumlah intrastruktur jalan maupun jembatan, sehingga pemerintah bisa melakukan langkah antisipasi yang tepat agar tidak terjadi kerusakan dan dampak yang parah.

"Ini memang bukan program yang populis dan kelihatan mencolok di mata masyarakat, tetapi kegiatan ini akan memiliki arti yang besar ketika terjadi bencana. Fasilitas yang tidak terawat pasti akan mudah rusak," imbuhnya.

Sementara itu, disinggung mengenai antisipasi bencana, Pemkab Trenggalek tetap menyiapkan anggaran tak terduga sebesar Rp 5 miliar pada RAPBD 2017. Jumlah tersebut diharapkan cukup untuk melakukan penanganan apabila terjadi bencana alam.

Dikonfirmasi terpisah, Ketua DPRD Trenggalek, Samsul Anam mengatakan, dari pengajuan nota anggaran tersebut, jumlah defisit anggaran tahun depan diasumsikan mencapai Rp 25 miliar. Namun jumlah tersebut masih menjadi dinamika apakah akan tetap dimasukkan atau tidak.

"Yang jelas jangan sampai seperti tahun ini, proyeksinya defisi besar akan tertutup silpa dan bisa digunakan. Tapi kenyataannya meleset dan harus memangkas anggaran di sana-sini untuk memenuhi kebutuhan," katanya. (bdh/bdh)
Berita Terkait