Lamongan akan Dibangun Pabrik Pengolahan Limbah B3

Lamongan akan Dibangun Pabrik Pengolahan Limbah B3

Eko Sudjarwo - detikNews
Selasa, 25 Okt 2016 11:43 WIB
Lamongan - Banyaknya perusahaan yang bediri di Lamongan belakangan ini, langsung direspon pabrik yang konsen dalam pengolahan limbah beracun B3. Salah satu perusahaan pengolah limbah beracun akan membangun pabriknya di kawasan Lamongan.

Informasi yang didapat menyebutkan, jika pabrik pengolahan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) ini, beberapa pekan lalu sudah melakukan pembebasan tanah di Desa Tlogoretno dan Desa Brengkok Kecamatan Brondong Lamongan.

Tak tanggung-tanggung, tanah yang dibebaskan seluas 50 hektar untuk pendirian pengelolaan limbah B3, sesuai dengan izin prinsip yang diajukan ke Badan Penanaman Modal dan Perijinan (BPMP) Lamongan.

Kepala Badan Penanaman Modal dan Perizinan (BPPM) Lamongan, Chairil Anwar membenarkan jika di wilayah pantura tepi laut bakal berdiri pabrik pengolahan limbah berbahaya dan beracun. Sesuai dengan izin prinsip yang diajukan ke BPMP setahun yang lalu, lanjut Chairil, pabrik yang sebelumnya juga sudah berdiri di Bogor ini, membutuhkan lahan sekitar 50 hektar.

"Saat ini pembebasan lahan kalau tidak salah sudah, meski mungkin belum semua," kata Chairil Anwar kepada wartawan, Selasa (25/10/2016).

Pihaknya, tambah Chairil, sudah mengeluarkan izin prinsip penguasaan lahan dan tata ruang di wilayah dua desa tersebut. Dan izin prinsip dikeluarkan pada 6 Agustus 2015 lalu.

"Mereka sudah memegang izin prinsip untuk melakukan pembebasan lahan di wilayah itu," tambahnya.

Izin prinsip tersebut berlaku selama 3 tahun ke depan, namun belum sampai habis. Informasinya pembebasan lahannya sudah keluar meski belum tuntas. "Iya izin prinsipnya berlaku selama 3 tahun," terangnya.

Pabrik pengolahan limbah B3 ini, tambah Chairil, sesuai dengan letak lahan yang dibebaskan, berdiri dekat dengan laut. Namun, pihaknya belum mengetahui berapa nilai investasinya, karena sampai saat ini perusahaannya belum mengajukan izin untuk memulai pembangunan.

"Perusahaan ini belum mengajukan izin untuk memulai membangun," ujarnya.

Jika benar perusahaan ini berdiri, akan menjadi satu-satunya pabrik pengelolah limbah di wilayah pantura dan kedua di Jawa Timur, setelah pabrik pengelolaan limbah di wilayah Mojokerto. Dan perusahaan ini juga sudah memiliki pengolahan limbah B3 di wilayah Bogor Jawa Barat. (fat/fat)
Berita Terkait