Dari pengamatan detikcom, retakan terjadi di lantai dan dinding bagian tengah. Tembok retak juga tampak di kantin. Retakan di kantin bahkan lebih besar dari retakan di tembok yang lain.
"Jumat kemarin belum ada, mungkin Sabtu atau Minggu retaknya. Tapi Sabtu dan Minggu kan kami tutup. Senin tadi pagi baru kami tahu kalau dinding kantin retak," ujar Tania, salah satu penjaga kantin, Senin (24/10/2016).
Salah satu anggota komisi C, Camelia Habibah, merespon kejadian ini dengan akan memanggil pihak-pihak yang terkait dengan proyek tersebut seperti Dinas Cipta Karya, pelaksana, dan konsultan pengawas proyek. Chabibah mengaku telah meminta Dinas Cipta Karya untuk menghentikan sementara proyek tersebut hingga ditemukan solusinya.
"Tidak bisa dibiarkan begitu saja. Kalau diteruskan nantinya bisa fatal," lanjut Chabibah.
Selain memanggil pihak terkait, kata Chabibah, dirinya juga akan memanggil pakar untuk mencari solusi bersama. Pemanggilan terhadap pihak terkait direncanakan pada Rabu (26/10/2016) mendatang.
Sebelumnya, proyek yang dikerjakan PT Cipta Karya Multi Teknik ini juga mendapat sorotan dewan. Proyek itu membuat halaman kantor dewan menjadi kotor. Lumpur yang dibawa truk pengangkut mengotori halaman gedung dan juga Jalan Yos Sudarso. (iwd/fat)











































