Ditemui detikcom di ruang kerjanya, Senin, (24/10/2016) Emil mengatakan, dalam sidang PBB yang berlangsung di Quito, Ekuador, sepekan yang lalu, ia ditunjuk menjadi salah satu diantara 40 kepala daerah di dunia untuk menyampaikan pidato pernyataan pendapat, untuk menentukan posisi pemerintah daerah dalam 20 tahun ke depan.
"Kebetulan saat itu saya memang menjadi peserta dan setahu saya dari Indonesia hanya Bu Risma yang akan berpidato, tapi tba-tiba saya ditunjuk penyelenggara untuk berpidato menyampaikan pendapat. Karena sudah ditunjuk ya saya iyakan," katanya.
Emil mengaku, saat itu pihak penyelenggara memintanya untuk menyampaikan pendapat terkait perubahan iklim dan serta apresiasi terhadap PBB yang telah menempatkan pemerintah daerah dalam menentukan arah kebijakan di PBB.
Bupati Emil mengenakan baju Batik/Foto: Adhar Muttaqin |
Dalam pidatonya tersebut, suami Arumi Bachsin ini menyampaikan komitmen pemerintah daerah di Asia-Pasifik untuk mengubah pola hidup dari sisi konsumsi hingga produksi. Hal itu penting dilakukan agar bisa mencegah terjadinya perubahan iklim.
Menurutnya, komitmen tersebut sebetulnya cukup berat dan menjadi tantangan besar bagi pemerintah daerah di negara-negara berkembang seperti Indonesua. Kondisi tersebut terjadi, karena pemerintah daerah harus berjuang untuk kepentingan lain, seperti pengentasan kemiskinan maupun pembukaan lapangan pekerjaan.
"Tantangan ekonomi itu saat ini harus direm lagi dengan pertimbangan lingkungan. Tapi kami yakin, ketika yang sudah maju dan mau maju bertemu pasti ada solusi, mulai dari pembiayaan maupun peralatan. Pada intinya pembangunan tidak harus merusak lingkungan," katanya.
Foto: Istimewa |
Emil berharap, pidato tersebut akan menggugah negara-negara maju agar memberikan dukungan kepada daerah berkembang, dalam upaya pembangunan ekonomi yang berbasis lingkungan. (bdh/bdh)












































Bupati Emil mengenakan baju Batik/Foto: Adhar Muttaqin
Foto: Istimewa