Usai menabrak penganyam dan tumpukan bambu, truk masih terus nyelonong tak terkendali. Truk yang disopiri Nur Solikin, warga Desa Jambearum Kecamatan Patebon, Kendal, itu baru berhenti setelah menabrak pagar rumah warga dan terguling.
Sopir truk cukup lama terjepit kabin truknya yang ringsek. Tahu sopirnya terjepit, kenek truk malah menghilang melarikan diri. Sopir 30 tahun itu baru bisa dievakuasi keluar setelah dibantu warga dan polisi.
"Satu korban meninggal dalam kecelakaan ini. Sedangkan sopirnya mengalami patah tulang paha kaki kanan dan kiri. Sekarang dirawat di rumah sakit. Diduga ada keneknya, tapi masih kita cari," kata Kanit Laka Satlantas Polres Situbondo, Iptu Sutanto, di lokasi kejadian, Sabtu (22/10/2016).
Keterangan detikcom, kecelakaan tunggal terjadi saat truk B 9061 GYU bermuatan jeruk melaju menuju arah Surabaya, sekitar pukul 02.30 WIB dini hari tadi. Menjelang tiba di lokasi, truk tiba-tiba oleng ke kiri. Celakanya, saat itu Moh Salih sedang lembur menganyam bambu tak jauh dari truk.
Karuan saja, ada truk nyelonong tiba-tiba, Salih pun tak sempat menghindar dan langsung ditabrak. Usai menabrak Salih, truk terus melaju tak terkendali hingga menabrak pagar rumah warga di tepi jalan, lalu terguling.
Kuat dugaan, kecelakaan tunggal dipicu sopir truk mengantuk hingga tak bisa menguasai kemudi. Namun, muncul dugaan lain sopir mengemudi dalam keadaan mabuk. Sebab saat proses evakuasi berlangsung, sejumlah warga mengaku menemukan adanya botol minuman keras dalam kabin truk.
"Dugaan sementara, sopir truk mengantuk. Kami tidak menemukan botol miras dalam truk. Tapi kepastiannya masih kami selidiki," papar Iptu Sutanto.
Bangkai truk baru bisa dievakuasi setelah sebagian isi muatan jeruk dipindah ke truk lain. Dibantu truk derek milik Satlantas Polres Situbondo, truk terguling akhirnya berhasil ditarik untuk diamankan di Kantor Unit Laka. Selama proses evakuasi bangkai truk berlangsung, arus lalu lintas setempat sempat tersendat. (bdh/bdh)











































