Ini Cara Kapolres Trenggalek Redam Gesekan antar Pesilat Jelang Wisuda

Ini Cara Kapolres Trenggalek Redam Gesekan antar Pesilat Jelang Wisuda

Adhar Muttaqin - detikNews
Jumat, 21 Okt 2016 13:17 WIB
Ini Cara Kapolres Trenggalek Redam Gesekan antar Pesilat Jelang Wisuda
Foto: Adhar Muttaqin
Trenggalek - Kepolisian Resort Trenggalek mengumpulkan petinggi perguruan silat guna mengantispasi gesekan antar pendekar menjelang wisuda kenaikan tingkat.

"Kami mengumpulkan koordinator PSHT dan Pagar Nusa dari seluruh kecamatan untuk memastikan komitmen untuk menjaga ketertiban serta mengetahui jumlah anggota yang akan mengikuti kegiatan tersebut," kata Kapolres Trenggalek, AKBP I Made Agus Prasetya di sela coffe morning dengan pesilat di mapolres, Jumat (21/10/2016).

Menurutnya, pertemuan tersebut memiliki arti yang sangat penting. Sebab, dua perguruan silat yang akan melaksanakan prosesi wisuda, Sabtu (22/10/2016) mengharapkan rangkaian acara berjalan dengan lancar.

Made Agus memastikan, untuk mengamankan kegiatan tersebut. Pihak kepolisian bersama TNI akan mengumpulkan seluruh siswa yang akan diwisuda di masing-masing polsek dan diberangkatkan bersama-sama menuju padepokan.

"Kami tidak mengawal, tapi mengantarkan hingga ke lokasi acara dan akan menjemput untuk diantarkan pulang dengan menggunakan mobil dan truk," jelas kapolres.

Kapolres menjelaskan, setiap perguruan silat memiliki ajaran yang luhur, sehingga pihaknya meyakini, para pendekar akan memegang teguh konitmen bersama yang telah disepakati.

Meski demikian, orang nomor satu di Polres Trenggalek ini meminta seluruh jajarannya mengantisipasi kedatangan para penggembira yang biasanya ikut meramaikan wisuda kenaikan tingkat.

"Saya meminta anggota polsek untuk menutup akses bagi anggota penggembira yang datang dari luar kota, terkadang justru mereka yang membuat gesekan," imbuhnya.

Sementara Koordinator PSHT wilayah Durenan, Supingi menengaskan hanya siswa, pelatih dan koordinator yang akan mengikuti kegiatan wisuda. Seluruh peserta nantinya akan diangkut menggunakan mobil.

"Kami sudah sampaikan kepada anggota PSHT yang lain agar tidak ikut. Kalaupun sampai ada, kami sudah koordinasi dengan pak kapolsek agar melarang," katanya saat bertemu Kapolres Trenggalek.

Pihaknya mengaku telah berkonsolidasi dengan internal organisasi jauh-jauh hari sebelumnya. Supingi berharap seluruh elemen perguruan silat memegang teguh komitmen agar Trenggalek tetap aman dan tertib.

Hal senada juga disampaikan, Mundhir, perwakilan Perguruan Silat Pagar Nusa (PN) Trenggalek. Pihaknya telah melakukan konsolidasi dengan seluruh jajaran PN mulai dari tingkat desa hingga kabupaten, termasuk dengan aparat keamanan.

"Sehingga bisa meminimalisir terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Kami yakin semua akan menjaga ketertiban, " ujar Mundhir. (fat/fat)
Berita Terkait