Kedatangan petugas tanpa pemberitahuan ini sempat membuat petugas lapas panik dan melaporkan ke Kalapas. Setelah berbicara empat mata antara Kepala BNN Blitar AKBP Henry Siswanto dengan Kalapas Kls 2 Blitar Rudi Sarjono, rombongan dipersilahkan masuk ke ruangan besar.
Kalapas memerintahkan pemeriksaan tes urine dilakukan kepada 100 warga binaan baik lelaki maupun wanita secara acak.
"Tes urine ini acak tapi tetap saya prioritaskan napi narkoba sebanyak 43 sel, sisanya acak," kataKalapasRudiSarjono, Kamis (20/10/2016).
Foto: Erliana RiadyDites urine |
"Ya biar sama-sama, semuanya dites tanpa pandang bulu. Ini total untuk mengurangi pemakaian dan peredaran narkoba di semua kalangan," tambah Rudi.
Robby Ridwan, kontributor MNC Blitar mengatakan, ini justru bagus AGAR semua pihak bisa saling mengawasi dan melaporkan pemakai dan pengedar narkoba di Blitar.
"Saya sih tidak masalah dites urine, karena memang tidak pernah memakai narkoba apapun bentuknya," katanya.
Sementara hingga pukul 12.00 wib, keseluruhan hasil tes urine dikumpulkan. Tidak satupun hasil menunjukkan positif.
"Hari ini hasil tes urine semua negatif. Tapi kami tetap rutin akan melakukan tes semacam ini paling tidak dua kali dalam sepekan," jelas Kepala BNN Blitar, AKBP Henry Siswanto.
Kegiatan seperti ini, menurut Henry, efektif menurunkan prevalensi tingkat pemakaian dan peredaran narkoba di Blitar menjadi 0,1%. (fat/fat)











































Foto: Erliana Riady