Petani Banyuwangi Panen Raya Padi dengan Metode SRI

Petani Banyuwangi Panen Raya Padi dengan Metode SRI

Ardian Fanani - detikNews
Rabu, 19 Okt 2016 17:16 WIB
Petani Banyuwangi Panen Raya Padi dengan Metode SRI
Foto: Ardian Fanani
Banyuwangi - Pemkab Banyuwangi dan PT Bumi Suksesindo (BSI) menggelar panen raya padi milik petani Desa Sumbermulyo, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, Rabu (19/10/2016). Para petani ini adalah binaan dari PT BSI, operator tambang emas Gunung Tumpangpitu, dalam pelatihan dan pendampingan penanaman padi dengan metode System of Rice Intensification (SRI).

Hadir dalam acara tersebut, Wakil Bupati Banyuwangi, Yusuf Widiatmoko, Dandim 0825 Banyuwangi, Letkol (Inf) Roby Bulan dan Direksi PT BSI, Cahyono Seto.

Direksi PT BSI, Cahyono Seto, mengaku, program padi SRI saat ini memang menjadi konsentrasi penyaluran Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan. Khususnya bagi masyarakat petani di Kecamatan Pesanggaran. Tujuanya untuk meningkatkan tingkat kesejahteraan, karena hasil panen lebih banyak. Biaya operasional juga lebih sedikit dibanding padi pada umumnya.

"Padi SRI ini juga lebih ramah lingkungan, karena untuk perawatan atau pembasmian hama dilakukan dengan bahan organik. Nilai jual berasnya pun juga lebih tinggi, perkilogram bisa 18 ribu rupiah, padahal beras biasa seharga 11 ribu rupiah," ungkap Seto.

Menurut Seto, program ini juga wujud kepedulian terhadap lingkungan sekaligus mendukung program ketahanan pangan nasional.

Tahun 2016, di Kecamatan Pesanggaran, terdapat 7 poktan dampingan PT BSI, dengan luas hamparan lahan mencapai 15 hektar. Dalam pembinaan, pengelola tambang emas gunung tumpang pitu ini bekerjasama dengan Dinas Pertanian Banyuwangi. Maka jangan heran, kini para petani setempat piawai dalam bertani tanaman pangan, mulai dari pengolahan lahan, pembasmian hama hingga pengelolaan pasca panen.

Setelah dua tahun pendampingan, kini hasil panen padi para petani meningkat. Biaya operasional pun menjadi lebih rendah dibanding metode pada umumnya. Termasuk kerusakan unsur hara tanah juga bisa ditekan.

Salah satu petani, Nyono, mengaku ada peningkatan hasil panen padi dengan metode SRI. Dengan metode biasa, Nyono mengaku hanya menghasilkan 5 ton per hektar.

"Kalau pakai SRI bisa sampai 7 ton lebih perhektar. Selain itu murah dan tak bergantung dengan pupuk kimia," ujarnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Banyuwangi, Yusuf Widiatmoko berharap PT.BSI bisa melakukan pendampingan serupa secara lebih luas. Sehingga masyarakat bisa menerima banyak manfaat dalam penanaman padi dengan metode SRI.

"Perlu ada peningkatan luasan lahan yang ditanami padi SRI. Kalau saat ini hanya sekitar 15 hektar maka tahun depan diharapkan bisa dua kali lipatnya," ujar orang nomer dua di Banyuwangi ini.

Sementara itu, Dandim 0825 Banyuwangi, Letkol (Inf) Roby Bulan, berharap program PT BSI ini bisa menambah target tanam padi di Bumi Blambangan. Karena dari 65.000 hektar lahan pertanian, masih 55.000 hektar yang telah ditanami tanaman pangan.

"Dulu luasan lahan yang didampingi 5 hektar, sekarang jadi 15 hektar, kedepan kami berharap bisa 50 hektar dan terus meningkat," katanya. (bdh/bdh)
Berita Terkait