Jawa Timur Berupaya Mempertahankan Target Produksi Padi

Jawa Timur Berupaya Mempertahankan Target Produksi Padi

Muhammad Aminudin - detikNews
Rabu, 19 Okt 2016 17:27 WIB
Jawa Timur Berupaya Mempertahankan Target Produksi Padi
Foto: Muhammad Aminudin
Malang - Provinsi Jawa Timur terus berupaya mempertahankan target produksi padi. Untuk tahun ini, surplus produksi padi mencapai 5 juta ton dari jumlah produksi sebanyak 9 juta ton.

Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf mengatakan, salah satu PR adalah bagaimana lahan makin tahun menyusut tidak berpengaruh kepada target produksi padi.

"Alhamdulillah target kita untuk memperbanyak areal tanam meningkat, sehingga produksi bertambah meskipun lahannya berkurang," ungkap Saifullah akrab disapa Gus Ipul kepada detikcom usai panen raya di Desa Pulungdowo, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, Rabu (19/10/2016).

Dia melanjutkan, Pemprov Jatim terus berinovasi dengan menghadirkan benih-benih terbaik, ketersediaan pupuk yang terus ditawarkan kepada petani untuk meningkatkan produksi padi. "Bibit unggulan terus kita berikan kepada petani, ini langkah kita untuk terus berinovasi," sambung dia.

Gus Ipul juga berpesan agar petani selalu waspada terhadap dua hal, yakni perubahan iklim serta serangan hama yang nantinya bisa berdampak kepada hasil produksi tanam.

"Petani harus waspada terhadap iklim cepar berubah, dan hama selalu muncul saat panen bersamaan. Makanya kita terus bekerjasama dengan petani, penyuluh, dan pemerintah agar menghadirkan contoh yang baik untuk diikuti. Kita terus inovasi dengan mendirikan sekolah lapang untuk pembibitan, seperti tadi di Selorejo (Ngantang), bersama petani, penyuluh, dan produsen benih, pupuk. Supaya setiap hektar produknya terus meningkat, kalau ada hama segera bisa teratasi. Jadi kita sejak awal mengantisipasi hama, bukan hanya dengan peptisida saja," tutur Gus Ipul.

Disebutkan, bahwa Jawa Timur telah mencapai surplus produksi padi sampai 5 juta ton lebih. Ancaman serangan hama terus akan diantisipasi, begitu juga dengan meningkatkan nilai tukar petani dengan memberikan dukungan dana. "Seperti kredit murah, pupuk disubsidi. Agar pemasukan petani bisa bertambah," jelasnya.

Kepada petani wanita di wilayah itu, Gus Ipul meminta agar dibentuk sebuah koperasi yang nantinya dapat membantu kebutuhan petani selama produksi tanam. "Petani wanita, ibu-ibu monggo buat koperasi, nanti ada dana disana untuk meringankan kebutuhan," kata Gus Ipul dihadapan petani. (bdh/bdh)
Berita Terkait