Tim SAR gabungan berhasil menemukan jasad Shoibun (46), pagi tadi. "Untuk lokasinya 1 mil ke arah timur dari tempat kejadian musibah (TKM)," kata Komandan Tim Basarnas Trenggalek, Imam Nahrowi, Rabu (19/10/2016).
Anggota Basarnas Trenggalek bersama Polisi Air dan Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Munjungan yang mendapat informasi dari nelayan, lansung meluncur ke lokasi penemuan.
Saat ditemukan kondisi jasad sudah membengkak dan mulai mengeluarkan bau busuk. Proses evakuasi membutuhkan waktu hampir dua jam, karena jarak tempuh antara bibir pantai dengan lokasi penemuan cukup jauh.
"Evakusi ini menggunakan perahu karet dan perahu milik nelayan. Jenazah langung kami bawa ke Pantai Ngampiran Munjungan dan kami serahkan ke pihak kepolisian," ujar Imam Nahrowi.
Sementara Kapolsek Munjungan, AKP Totok Sudarto mengatakan, jenazah korban Shoibun langsung dilakukan visum dan dimandikan di Pantai Ngampiran. "Dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan adanya tanda-tanda penganiayaan," katanya.
Shoibun, nelayan pencari lobster di kawasan laut selatan Trenggalek hilang tersapu ombak, saat menarik jaring di Pulau Sasah, Kecamatan Munjungan. (fat/fat)










































