Bayi Penderita Hydrocephalus asal Trenggalek Dirujuk ke RSU Soetomo

Bayi Penderita Hydrocephalus asal Trenggalek Dirujuk ke RSU Soetomo

- detikNews
Rabu, 19 Okt 2016 15:58 WIB
Bayi Penderita Hydrocephalus asal Trenggalek Dirujuk ke RSU Soetomo
Foto: Adhar Muttaqin/File
Trenggalek - Jannatul Marwah, bayi berusia 2 bulan, anak pertama pasangan Wandrioyo (26) dan Marini Romawati (25) yang mengalami kelainan pembesaran kepala atau hydrocephalus sejak dalam perut ibunya, dirujuk ke RSU dr Soetomo Surabaya.

Pemkab Trenggalek bergerak cepat dengan merujuk ke RSU dr Soetomo. Dari pengakuan orangtuanya, si bayi harus dilakukan operasi karena akan membahayakan jiwa warga Desa Prambon, Kecamatan Tugu, Kabupaten Trenggalek. Biaya operasi yang harus ditanggung sekitar Rp 100 juta. Orangtuanya yang hanya karyawan salon mobil mengaku tidak memiliki uang sebanyak itu.

Kepala Dinas Kesehatan Trenggalek, Sugito Teguh mengatakan, Jannatul Marwah, kini mendapat jaminan pembiayaan pengobatan melalui program Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda).

"Melalui surat pernyataan miskin (SPM) yang dikeluarkan pemerintah desa, kami akan membantu biaya pengobatan hingga ke Surabaya," kata Sugito kepada wartawan, Rabu (19/10/2016).

Menurutnya, meski telah mendapat bantuan Jamkesda, pihaknya menyarankan agar orang tua pasien segera mendaftar asuransi pada Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, mengingat proses pengobatan yang dibutuhkan membutuhkan waktu lama.

"Pembiayaan Jamkesda itu sangat terbatas dan berbeda dengan BPJS Kesehatan, sedangkan pengobatan ini bisa saja sampai anak tersebut dewasa," ujarnya.

Sugito menjelaskan, kelainan hydrocephalus muncul akibat akumulasi abnormal cairan serebrospinal di dalam otak. Pada kondisi normal cairan otak itu diproduksi dan diserap dengan seimbang.

"Untuk kasus yang dialami Janna ini kami masih belum tahu, apakah saluran pembuangannya tersumbat atau ada kelainan lain, yang jelas ini akan ditangani oleh ahlinya di RSU dr Soetomo," imbuhnya.

Sementara Direktur RSUD dr Soedomo Trenggalek, Saeroni mengatakan, Janna dirujuk ke Surabaya karena fasilitas kesehatan serta tenaga medis yang dimiliki masih belum lengkap. Sehingga tidak bisa melakukan upaya pembedahan hydrocephalus.

"Operasi itu membutuhkan dokter ahli syaraf anak, sedangkan kompetensi di RSUD Trenggalek msih belum ada, pilihannya ada dua, di RSUD Saiful Anwar Malang dan dr Soetomo Surabaya," kata Saeroni kepada detikcom. (Adhar Muttaqin/fat)
Berita Terkait