Kesedihan Pasutri asal Trenggalek Anaknya Menderita Hydrocephalus

Kesedihan Pasutri asal Trenggalek Anaknya Menderita Hydrocephalus

Adhar Muttaqin - detikNews
Rabu, 19 Okt 2016 14:17 WIB
Kesedihan Pasutri asal Trenggalek Anaknya Menderita Hydrocephalus
Foto: Adhar Muttaqin
Trenggalek - Kesedihan pasangan Wandrioyo (26) dan Marini Romawati (25) melihat anaknya yang baru dua bulan dilahirkan, tak bisa disembunyikan.

Warga Desa Prambon, Kecamatan Tugu, Kabupaten Trenggalek, ini hanya bisa pasrah saat melihat kepala anak pertamanya, Jannatul Marwah, terus membesar dibanding kepala bayi pada umumnya.

Kelainan organ bawaan, hydrocephalus ini baru mendapat kepastian dengan nyata setelah dilakukan persalinan secara caesar di RSUD dr Soedomo Trenggalek.

Orang tua bayi, Wandrioyo mengatakan, pembesaran kepala anaknya diketahui sejak dalam kandungan. Saat itu dari pemeriksaan USG, pihak dokter mendiagnosis janin anaknya mengalami kelainan di kepala.

"Ketika itu dokter mengatakan, pembesaran kepala anak saya di dalam kandungan itu sekitar 2cm. Karena belum percaya, kemudian saya periksakan lagi ke dokter lain, tapi hasilnya sama," kata Wandrioyo saat ditemui detikcom di RSUD dr Soedomo Trenggalek, Rabu (19/10/2016).

Pria yang bekerja di salon mobil ini mengaku sudah membawa ke beberapa rumah sakit agar anaknya sembuh. Namun jalan satu-satunya untuk sembuh yakni operasi dan membutuhkan biaya Rp 100 juta lebih. "Saya tidak punya uang sebanyak itu dari gaji saya," tambahnya.

Spesialis anak RSUD dr Soedomo, dr Dana Sumanti SpA mengatakan, sejak dalam kandungan tim medis telah menemukan tanda-tanda kelainan. Kondisi tersebut juga disampaikan ke orang tua bayi. Bahkan pihak medis juga menginformasikan risiko yang akan terjadi setelah dilahirkan.

"Ini termasuk hydrocephalus yang berat, karena proses perkembangannya sangat cepat. Saya tadi juga kaget, karena sebelumnya tidak sebesar itu," jelas Dana.

Dana menambahkan, bayi malang tersebut sebelumnya pernah menjalani perawatan di RSUD Trenggalek selama satu minggu, karena mengalami komplikasi. Namun setelah kondisi membaik, kedua orang tuanya membawa anaknya pulang.

"Sebetulnya kami sudah memperingatkan agar Janna segera dirujuk ke Surabaya, tapi waktu itu orang tuanya pasrah karena tidak ada biaya yang cukup," ujar Dana. (fat/fat)
Berita Terkait