Hal ini terlihat, 10 pengusaha Pakistan yang tergabung dalam Pakistan Indonesian Business Forum (PIBF) mengaku sangat tertarik usai melakukan kunjungan ke berbagai UKM.
Vice Consul Economy, Oktorian Saleh Hakim menambahkan, selama ini, pengusaha Pakistan ini mengenal Indonesia hanya Jakarta dan Bali. Karenanya, konsulat ingin mengenalkan PIBF ke Jawa Timur. Sebelum ke Surabaya, para pengusaha ini sudah dibawa ke Jember.
Menurut Okto, setelah dari Balai Kota Surabaya, para pengusaha akan diajak melihat langsung beberapa UKM di Kota Pahlawan.
"Mereka tertarik melihat produk tas dan sepatu juga produk dari batik. Selain produk jadi, mereka juga ingin bahan mentah. Mungkin nanti desainnya dari sana dan dibuat di sini. Karena mereka yang lebih paham pasar di sana (Pakistan)," ujar Okto melakukan kunjungan di Balai Kota Surabaya, Selasa (18/10/2016).
Sementara Chairman PIBF, Shamoon Zaki mengaku PIBF merupakan forum yang dibentuk untuk concern di berbagai bidang. Tidak hanya pariwisata, tetapi juga perdagangan, agrikultur dan pendidikan. Untuk sektor perdagangan, dia menyebut Pakistan punya potensi karena pelabuha di Karachi menjadi perlintasan bagi negara-negara tetangga seperti Turkmenistan dan Uzbekistan.
"Selama ini KBRI aktif mendorong kami untuk berkembang. Diantaranya dengan menfasilitasi datang kemari untuk melihat komoditas unggulan di Surabaya," ujar Shamoon.
Kepala Bagian Kerja Sama Pemkot Surabaya, Dewi Wahyu Wardani berharap pertemuan yang dalam tahap penjajakan bisa ditindaklanjuti dengan bentuk kerjasama secara berkelanjutan.
Hal senada dikatakan Konjen RI di Pakistan, Hadi Santoso yang berharap dengan kedatangan langsung para pengusaha, melihat kondisi di lapangan bisa mendapatkan gambaran lebih detail tentang potensi Surabaya.
"Pertemuan ini merupakan penjajakan. Kami ini menfasilitasi. Kami bawa mereka ke sini untuk melihat secara langsung potensi Surabaya dan Jawa Timur yang sangat potensial. Dengan melihat langsung, mereka bisa tahu produk apa yang sekiranya cocok untuk dipasarkan di Pakistan. Pertemuan ini," ujar Hadi. (ze/fat)










































