Wali Kota Risma Serukan Persamaan Gender dalam Habitat III di Ekuador

Wali Kota Risma Serukan Persamaan Gender dalam Habitat III di Ekuador

Fatichatun Nadhiroh - detikNews
Senin, 17 Okt 2016 15:58 WIB
Wali Kota Risma Serukan Persamaan Gender dalam Habitat III di Ekuador
Wali Kota Risma Habitat III di Ekuador/Foto: Istimewa
Surabaya - Wali Kota Tri Rismaharini menjadi pembicara di beberapa forum dalam rangkaian konferensi Habitat III, di Quito, Ekuador. Dalam World Mayor Assembly, orang nomor satu di Pemkot Surabaya ini menyinggung persamaan gender sebagai salah satu elemen kunci dalam mewujudkan pembangunan perkotaan yang berkelanjutan.

"Setiap wanita berhak menikmati pendidikan yang layak, mengekspresikan diri dalam budaya, serta berpartisipasi aktif dalam hal ekonomi dan politik secara setara dengan kaum pria," ujar Risma -sapaan Tri Rismaharini- saat memberi sambutan di Agora Casa de la Cultura, Quito, Ekuador, Minggu (16/10/2016) sore waktu setempat.

Menurut alumnus ITS tersebut, persamaan gender merupakan pondasi pengembangan kota. Oleh karenanya, Risma mendorong agar lebih banyak perempuan mengikuti pemilihan kepala daerah maupun menduduki posisi dewan perwakilan rakyat.

Pada kesempatan itu, Risma mengapresiasi para kepala daerah wanita yang hadir dari Eropa, Afrika, Amerika, Timur Tengah dan Asia. Para pemimpin wanita, menurut Risma, mampu memberikan contoh positif bagi anak-anak perempuan di seluruh dunia, bahwa mereka semua juga mempunyai hak yang sama untuk berhasil.

Wali Kota Risma Serukan Persamaan Gender dalam Habitat III di EkuadorFoto: Istimewa
Di sisi lain, mantan kepala Bappeko Surabaya itu juga mengucapkan terima kasih kepada para pemimpin dari kaum pria. "Terima kasih atas dukungan anda terhadap perjuangan kami dalam hal persamaan gender," kata Risma di hadapan 300 lebih kepala daerah di seluruh dunia.

Secara terpisah Kabag Humas Pemkot Surabaya M. Fikser menuturkan, sebelum Wali Kota Tri Rismaharini berangkat ke Quito, sudah banyak surat permohonan menjadi pembicara yang masuk.

"Tentu, tidak semua dapat diakomodir karena pertimbangan ketersediaan waktu bu wali kota di sana (Quito)," terangnya.

Fikser mengungkapkan, sampai saat ini masih banyak permohonan menjadi pembicara yang berdatangan sehingga agenda wali kota Surabaya terus berubah.

"Tidak menutup kemungkinan, nanti ada agenda pembicara dadakan yang secara spontan diketahui di sana. Tapi, agenda tersebut dipastikan tidak akan melebihi jadwal kepulangan beliau ke Surabaya," pungkas mantan Camat Sukolilo ini.

Dalam konferensi itu ada beberapa forum World Mayor Assembly, Special Session on 'Public Space' bertema 'Ruang Publik', Side Event 'Regional Implementation of the New Urban Agenda' bertema 'Kerjasama Antar Daerah', High Level Panel bertema 'Kesenjangan terhadap Anak-anak dan Pembangunan Perkotaan', dan Side Event 'Towards a More Equal City' bertema Pemukiman dan Pengembangan Kampung. (fat/fat)
Berita Terkait