Bupati Emil Gandeng UGM Teliti Pergerakan Tanah di Trenggalek

Bupati Emil Gandeng UGM Teliti Pergerakan Tanah di Trenggalek

Adhar Muttaqin - detikNews
Jumat, 14 Okt 2016 22:40 WIB
Bupati Emil Gandeng UGM Teliti Pergerakan Tanah di Trenggalek
Foto: Adhar Muttaqin
Trenggalek - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek, Jawa Timur, akan menggandeng Universitas Gajah Mada (UGM) untuk meneliti pergerakan tanah yang membuat dingding rumah warga di Dusun Jelok, Desa Parakan, retak-retak.

Rencana itu disampaikan Bupati Emil Elestianto Dardak. Bupati muda yang sedang di luar negeri ini mengaku sudah koordinasi dengan ahli geoteknik dari Tim Mitigasi Bencana Fakultas Teknik UGM.

"Saya sudah konsultasi dengan Dr. Teuku Faisal, ahli geoteknik yang akan membantu kami dalam kasus retakan tanah beberapa waktu yang lalu," katanya melalui pesan elektronik yang diterima detikcom, Jumat (14/10/2016).

Menurutnya, para ahli mitigasi tersebut akan melakukan penelitian di seluruh kawasanterdampak yang berada diDusunJelok untuk mengetahui kondisi sesungguhnya yang terjadi.
Buatan saluran air/ Adhar MuttaqinFoto: Adhar Muttaqin
Buatan saluran air/ Adhar Muttaqin


"Jadi pemerintah daerah bisa segera mengambil langkah tepat sesuai rekomendasi tim ahli," tambahnya.

Emil mengaku, untuk langkah awal, pihaknya telah menginstruksikan kepada petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Trenggalek dan instansi terkait untuk mengambil langkah mitigasi bencana.

Salah satunya seperti yang dilakukan pada hari ini, dengan membuat saluran air khusus untuk mencegah terjadinya longsor besar.

"Ini adalah mitigasi struktural, yaitu mencegah limpahan air dari pegunungan masuk ke dalam retakan tanah yang ada di lereng maupun perkampungan warga," imbuhnya.

SuamiArumiBachsin ini menjelaskan tata kelola air di sekitar kawasan yang rawan longsor perlu mendapatkan perhatian serius, sehingga tidak sampai memperparah kondisi retakan tanah.
 Bupati Emil Elestianto Dardak dan istrinya/detikcomFoto: Rachman Haryanto
Bupati Emil Elestianto Dardak dan istrinya/detikcom

Bila perlu pihaknya bakal mengupayakan adanya penataan drainase lokal dengan memasang material pelapis seperti terpal maupun plastik, sehingga bisa mengurangi resiko bencana.

"Mitigasi non struktural kami upayakan juga, yakni dengan meneliti kondisi bangunan milik warga. Apakah masih layak untuk dihuni atau tidak," tegas Emil Dardak.

Selain itu, Pemkab Trenggalek melalui BPBD akan mengupayakan pemasangan perangkat sistem peringatan dini bencana Early Warning System (EWS) seperti yang dipasang di Dusun Sumbermadu, Desa Pucanganak, Kecamatan Tugu.

"EWS akan mempermudah masyarakat maupun pemerintah dalam melakukan pemantauan pergerakan tanah yang terjadi di sekitar lingkungan," imbuhnya.

Bupati Emil yang saat ini tengah mengikuti kongres Kepala Daerah se-Dunia di Bogota, Kolombia mengaku, terus melakukan pemantauan perkembangan yang terjadi di Trenggalek dan berkoordinasi dengan jajarannya.

Sementara itu, Kabid Pencegahan Kesiapsiagaan dan Kedaruratan, BPBD Trenggalek, Agung Widodo mengaku telah menginstruksikan kepada warga di sekitar lokasi yang terancam longsor untuk menyiapkan sistem peringatan dini bencana secara manual, dengan menggunakan kentongan.

"Ketika nanti terjadi kondisi darurat, kentongan itu bisa dipukul untuk memperingatkan warga yang lainnya," katanya.

Fenomena tanah retak yang terjadi di Dusun Jelok, Desa Parakan mengancam 21 rumah dan satu bangunan mushola. Saat ini puluhan warga telah memgosongkan rumah dan mengungsi ke rumah tetangga yang dinilai lebih aman. (ugik/ugik)
Berita Terkait