"Memang tadi ada (petani kopi) yang menyampaikan (mafia). Kongkritnya, jangan sampai mafia masuk seperti zaman dulu. Harus ada pengendali," kata Saifullah Yusuf disela acara seminar tentang Ngopi di Hotel Singgasana, Surabaya, Jumat (14/10/2016).
Ia mengatakan, ada pertarungan harga. Petani-petani kopi dengan koperasi petani tidak bisa menyerap kopi petani sendiri, karena distributor yang lebih kuat membeli dengan harga lebih tinggi dan pembayarannya tunai.
"Sedangkan koperasi kan pembayarannya masih menunggu waktu. Ini akan kita pelajari keluhan dari petani kopi," terangnya.
Wagub Jatim yang akrab disapa Gus Ipul menambahkan, pihaknya tetap memperhatikan petani kopi. Baik mengenai pemasarannya maupun pendanaan bagi petani kopi.
"Kita akan menyediakan kredit murah. Artinya kredit dengan bunga murah. Di sini (acara seminar) juga ada Bank Jatim," katanya.
"Kita juga akan memperkuat edukasi bagi para petani. Tadi disebutkan, para petani kita perlu peremajaan pohon kopinya. Perlu bibit-bibit yang bagus. Mestinya dua tahun sekali harus ada peremajaan pohon," terangnya.
Untuk pemasaran, pihaknya akan memberikan wadah bagi petani kopi, seperti menggelar festival kopi yang skalanya regional maupun internasional.
"Pameran-pameran kopi harus diperbanyak. Bisa dengan festival internasional kopi Jawa Timur," tandasnya. (roi/fat)











































