Antisipasi Kecelakaan Perahu, Polisi Patroli Susuri Bengawan Solo

Antisipasi Kecelakaan Perahu, Polisi Patroli Susuri Bengawan Solo

Ainur Rofiq - detikNews
Rabu, 12 Okt 2016 22:49 WIB
Foto: Ainur Rofiq
Foto: Ainur Rofiq
Bojonegoro - Arus Sungai Bengawan Solo dikenal deras dan membahayakan. Di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, para penambang perahu tradisional diminta waspada dan membatasi muatan penumpangnya.

Di Bojonegoro memang cukup banyak jasa penyeberangan sungai yang memanfaatkan perahu. Warga setempat menyebutnya sebagai penambang perahu. Mereka memanfaatkan perahu karena untuk memperpendek jarak dan waktu, dari desa menuju lokasi di seberangnya.

Mengantisipasi jatuh korban akibat kecelakaan perahu, Pemkab Bojonegoro dan Polres Bojonegoro melakukan patroli di Bengawan Solo untuk mensosialisasikan serta pengawasan agar para pemilik perahu penyeberangan memperhatikan keselamatan para penumpangnya.

Perahu penyeberangan juga diwajibkan ada pelampung. "Untuk mengurangi resiko bahaya, beban muatan dan jumlah penumpangya harus dikurangi," tegas Kapolres Bojonegoro AKBP Wahyu S Bintoro di sela-sela patroli di Sungai Bengawan Solo, Rabu (12/9/2016).

Rombongan menumpang dua perahu karet itu berangkat dari Bendung gerak di Desa ngringinrejo, Kecamatan Kalitidu hingga Kanor. Selama perjalanan mengarungi sungai yang membelah Bumi Angling Darmo, polisi menggunakan megaphone itu memberikan imbauan.

Rasidin (56), Salah satu nakhoda perahu penyeberangan di Banjarsari-Pasar Besar, mengaku cemas dengan kondisi Bengawan Solo saat ini. Dan ia mengaku sudah mengurangi jumlah muatan penumpang.

"Biasanya sekitar 20 sampai 25 orang untuk sekali naik, tapi saat ini saya kurangi hanya 15 orang saja," terang Rasidin kepada detikcom.

Sementara itu, arus Bengawan solo saat ini kondisinya masih deras. Pasca siaga kuning pada Selasa ( 11/9/2016), persawahan milik warga di Kecamatan Kanor, Balen dan Boureno yang menjadi langganan banjir banyak terendam banjir. Beberapa ruas tanggul penahan air juga longsor.

"Cuaca yang tidak menentu saat ini sangat diharapkan kewaspadaan masyarakat," tambah AKBP Wahyu.

Perlu diketahui musibah perahu kayu tenggelam telah terjadi di Babat, Lamongan pada Jumat (7/10/2016). Perahu yang ditumpangi 25 Santri Ponpes Langitan tenggelam. Kejadian itu menewaskan tujuh santri. (ugik/ugik)