Polisi Ungkap Narkoba Jaringan Mahasiswa

Zaenal Effendi - detikNews
Rabu, 12 Okt 2016 15:05 WIB
Foto: Zainal Effendi
Surabaya - Perang terhadap peredaran narkoba terus dilakukan petugas. 9 Pengedar narkoba jaringan mahasiswa dibekuk. Satu di antaranya pemilik gerai kuliner bebek dan soto.

"Ini merupakan jaringan mahasiswa, semua mahasiswa kecuali satu orang," kata Kasat Narkoba Polrestabes Surabaya, AKBP Donny Adityawarman di Mapolrestabes Surabaya, Rabu (12/10/2016).

Penangkapan 9 pengedar ini berawal tertangkapnya M Nur (23) dan M Rizky (22) dua mahasiswa di Hotel Alana kamar 1717. "Mahasiswa ini menjual ekstasi melalui instagram dan seluruh pelanggannya mahasiswa," ungkap dia.

Dari keduanya dikembangkan dengan menangkap Chandra dan Putri dengan barang bukti masing-masing 1/2 butir ekstasi logo bintang, 1/2 butir ekstasi logo minon dan 1 butir logo minion.

"Dari Chandra dan Putri mengaku mendapat barang dari Dimas (25) mahasiswa asal Sidosermo yang turut kita tangkap dengan barang bukti 20 butir ekstasi warna biru logo Cocacola, 30 1/4 butir ekstasi warna cokelat bentuk sakura," ungkap dia.

Dimas kembali 'bernyanyi' jika mendapat barang dari Bobby (24) warga Pagesangan yang juga mengaku mendapat ekstasi dari Donny, napi Lapas Pamekasan. Polisi kembali mengorek keterangan dari kedua nama di atas, didapat nama Harissa (24) warga Bendul Merisi.

"Dari M Harissa kita dapatkan 1 poket ganja kering 2,59 gram, 1 pipet berisi ketamine 0,21 gram, 1 timbangan serta 2 serok sedotan plastik," lanjut Donny.

Harissa yang juga owner bisnis kuliner bebek dan soto ini pun tak mau sendirian. Ia pun ikut berkicau jika barang bukti didapat dari Angga (20) dan Yusuf (23) dan mengamankan keduanya dengan barang bukti 7 poket sabu, 75 butir ekstasi logo minion.

"Yusuf dan Angga mengaku mendapat barang bukti dari Irawan (DPO) yang masih berada di dalam Lapas Pamekasan," pungkas Donny. (ze/fat)