Banjir Masih Genangi Beberapa Desa di Kabupaten Pasuruan

Banjir Masih Genangi Beberapa Desa di Kabupaten Pasuruan

Muhajir Arifin - detikNews
Rabu, 12 Okt 2016 11:22 WIB
Banjir Masih Genangi Beberapa Desa di Kabupaten Pasuruan
Genangan air di Desa Kawisrejo, Kecamatan Rejoso/Foto: Muhajir Arifin
Pasuruan - Sejumlah desa di empat kecamatan di Pasuruan masih tergenang banjir dengan ketinggian bervariasi. Ketinggian air bervariasi antara 20 Cm hingga 80 Cm.

Pantaun di Desa Kawisrejo, Kecamatan Rejoso, Rabu (12/10/2016), desa yang berada di Pasuruan bagian timur ini masih tergenang air setinggi antara 20-30 centimeter. Genangan air tak bisa segera surut karena penyempitan sungai-sungai kecil yang seharusnya menampung air. Banjir di desa ini sudah terjadi sejak Selasa dini hari.

Akibat banjir, aktivitas warga terganggu. Kendaraan mereka diungsikan atau dititipkan di lokasi yang aman. Sebagian pengendara motor yang nekat menerobos banjir terpaksa berhenti karena mogok.

"Motor saya titipkan di depan. Rumah saya tinggi airnya," kata Kholifah (36), warga yang tengah melintas di genangan air.

Kholifah mengaku banjir di desanya kemungkinan berlangsung selama tiga hari. "Biasanya tiga hari baru surut," jelasnya.

Suwatik (63), warga yang tetap memilih berjualan gorengan meski banjir mengaku memasak di dalam rumah namun peralatan dapur dipindah ke tempat yang lebih tinggi.

"Kemarin segini (menunjuk arah pinggang), sekarang sudah surut," katanya.

Basori, salah satu tokoh masyarakat mengungkapkan air di desanya tak kunjung surut karena ada penyempitan di Sungai Kulon dan sungai Plembon di sekitar desa yang seharusnya bisa 'menyedot' air.

"Kalau nggak ada penyempitan, bisa langsung surut," katanya.

Basori mengaku sudah ada bantuan dari pemerintah meski belum maksimal. "Kemarian ada pembagian mi instan," katanya.

Sementara, dari informasi yang dihimpun dari BPBD Kab Pasuruan, banjir masih menggenangi beberapa desa di empat kecamatan. Yakni, Kecamatan Kedawung, Kecamatan Kraton, Kecamatan Gondang Wetan, dan Kecamatan Rejoso. (bdh/bdh)
Berita Terkait