Hingga pukul 18.00 WIB, belum bisa dievakuasi lantaran keterbatasan peralatan. Bahkan satu unit alat berat backhoe bahkan ikut terimbun longsor.
Tanah longsor itu sendiri terjadi pukul 14.30 WIB, Senin (10/10/2016) di kawasan perbukitan kapur yang telah lama menjadi lokasi pertambangan Galian C. Hingga Senin malam, ketiga korban yang tertimbun tanah bercampur batu gunung masih belum berhasil dievakuasi.
Zamaluddin, seorang warga setempat menjelaskan, sejumlah warga berusaha mengevakuasi korban menggunakan peralatan seadanya, seperti cangkul dan linggis. Namun ketebalan tanah berbatu yang menimbun ketiga korban cukup tebal. Hampir setinggi 2 meter.
Longsor batu kapur di SampangKetiga korban itu bernama, Edi (40) sopir backhoe yang saat kejadian sedang menunggu kedua temannya selesai menambang Galian C. Kedua temannya itu, Narum (43) dan Maidin (48).
"Ketiga korban tertimbun tanah longsor. Sedangkan kendaraan backhoe rusak berat tertimpa bebatuan. Tak ada warga yang berani memindahkan kendaraan backhoe dan dibiarkan mangkrak di tengah timbunun tanah longsor," imbuh Zamaluddin.
"Ketiga korban tertimbun tanah longsor. Sedangkan kendaraan backhoe rusak berat tertimpa bebatuan. Tak ada warga yang berani memindahkan kendaraan backhoe dan dibiarkan mangkrak di tengah timbunun tanah longsor," imbuh Zamaluddin.
Sementara petugas piket Polsek Camplong yang enggan menyebutkan namanya membenarkan saat ini ada tiga warga tertimbung longsor. "Polisi, BPBD dan petugas kesehatan sudah ada di lokasi," jelasnya. (fat/fat)











































