Kecelakaan bermula saat truk tanki Nopol P 8861 UX, yang dikemudikan Rahman, warga Desa Tamansuruh, Kecamatan Glagah, Banyuwangi hendak mengirim BBM jenis solar dari Depo Pertamina Ketapang, menuju SPBU Laban Asem, Kabat.
Sampai di tikungan Laban Asem, dari arah berlawanan pemotor Nopol P 6451 YR, yang dikendarai Rohman, warga Songgon, bersama istri dan anaknya, Farida dan Yudi, tersungkur ke ruas kanan jalan. Mereka tersenggol mobil Panther Nopol L 1586 KM, yang dikemudikan Andri Suparno, bersama Kepala Desa Sanggar, Kecamatan Pesanggaran, Suliono, yang melaju dari arah yang sama.
Tak ingin melindas tiga pengendara motor, sopir truk tanki Pertamina reflek banting setir kekiri. Karena tanah sepadan jalan amblas, truk tanki bermuatan 24.000 liter BBM jenis solar langsung terjun kejurang pesawahan.
"Ada tiga orang pengendara motor jatuh di depan saya karena kesenggol panther, ya saya langsung banting setir, lalu tanahnya amblas," ucap pengendara truk tanki Pertamina, Rahman kepada sejumlah wartawan.
Sementara itu, anggota Satlantas Polsek Rogojampi, yang berada di lokasi langsung meminta keterangan dari Sopir truk tangki Pertamina, pengendara motor dan pengemudi mobil Panther. Kasus ini sedang dalam pemeriksaan petugas.
Lokasi kejadian yang berada di jalur lalu lintas utama, memancing pengguna jalan untuk melihat dari dekat. Pengendara motor banyak yang berhenti untuk mengambil gambar atau sekedar melihat.
Bahkan, tak jarang beberapa orang langsung turun ke bawah mendekati truk tanki yang jatuh terguling tersebut. Padahal, itu sangat berbahaya, karena muatan BBM jenis solar terus menetes melalui penutup atas tanki. (bdh/bdh)











































