"Setelah sekitar tiga jam terbakar, api sudah kami kuasai tetapi belum semuanya padam. Tinggal 30 %," ujar Kepala Dinas PMK Surabaya Chandra Oratmangun kepada detikcom, Senin (10/10/2016).
Chandra mengatakan, kesulitan lain adalah atap gudang seluas 20x30 itu sudah runtuh. Runtuhnya tembok itulah yang membuat angin banyak masuk sehingga api tertiup semakin membesar.
Tembok bangunan juga sudah miring sehingga petugas PMK tak berani masuk untuk melakukan pemadaman dari dalam. Risiko bila masuk adalah tembok sewaktu-waktu bisa runtuh.
"Kami terpaksa melakukan pemadaman dengan menjebol tembok dari bangunan samping," kata Chandra.
Tumpukan kayu juga membuat kesulitan tersendiri bagi petugas PMK. Banyak api dan baranya yang menyelip di antara kayu-kayu yang bertumpuk.
"Total 15 unit kendaraan kami turunkan. 1 mobil kami dan sisanya adalah mobil dari Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) surabaya," tandas Chandra. (iwd/fat)











































