Perahu Tenggelam di Bengawan Solo, Ini Identitas 7 Santri Langitan yang Belum Diketemukan

Perahu Tenggelam di Bengawan Solo, Ini Identitas 7 Santri Langitan yang Belum Diketemukan

Ainur Rofiq - detikNews
Sabtu, 08 Okt 2016 12:03 WIB
Perahu Tenggelam di Bengawan Solo, Ini Identitas 7 Santri Langitan yang Belum Diketemukan
Foto: Ainur Rofiq
Lamongan - Pencarian terhadap tujuh santri korban perahu tenggelam di Sungai Bengawan Solo, Babat, Lamongan berlanjut. Hingga Pukul 11.50 WIB, belum membuahkan hasil.

Ketujuh santri yang masih dalam pencarian karena perahu yang ditumpangi saat akan ke Pasar Babat bersama 18 Santri lainnya dari Pondok Pesantren (Ponpes) Langitan, Widang, Tuban itu berasal dari berbagai daerah.

Perahu Tenggelam di Bengawan Solo, Ini Identitas 7 Santri Langitan yang Belum DiketemukanPerahu Tenggelam di Bengawan Solo, Ini Identitas 7 Santri Langitan yang Belum Diketemukan
Lokasi kejadian berada di alur Sungai Bengawan Solo perbatasan Lamongan dan Tuban. Pencarian yang dipimpin Basarnas juga melibatkan BPBD Lamongan dan Tuban.

Dari data yang dihimpun detikcom dari Papan Informasi Penanggulangan Bencana Kabupaten Tuban, identitas tujuh santri tersebut adalah:

  • Abdullah Umar (15) asal Kecamatan Bedilan Gresik
  • M AfiqFadlil (19), asal Desa Bulakparen, Kecamatan Bulukamba, Kabupaten Brebes
  • MohBariklyAmry (12), asal Laren Kecamatan ManyarGresik
  • Mohammad Arif Mabruri (19), asal Desa Ngampal, Kecamatan Sumberrejo, Bojonegoro
  • Muhsin (16), asal Kelurahan Pacar Kembang Kecamatan Tambaksari Surabaya
  • Rizki Nur Habib (15), asal Desa Cinta Rakyat, Kecamatan Percuit Seituan kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara
  • Lujaini Dani (13), asal Desa Peganden Kecamatan Manyar, Gresik

Papan informasi data santri yang belum ditemukan/A RofiqPapan informasi data santri yang belum ditemukan/A Rofiq
Di Ponpes Langitan pun para keluarga santri yang belum diketemukan sudah banyak yang berkumpul, bahkan diantara mereka ada yang berkerumunan di posko pencarian. Hanya keluarga Rizki Nur Habib masih perjalanan menuju Jawa Timur.

"Keluarga santri yang belum ditemukan sudah di pondok, dan satu keluarga yang masih perjalanan darat hingga saat ini masuk jawa tengah," terang Gus Maksum, putra bungsu Alm KH Abdullah Faqih pengasuh Ponpes Langitan, Sabtu (8/10/2016).

Proses pencarian di hari kedua ini sempat terkendala karena hujan deras. Di sekitar lokasi perahu tenggelam dipenuhi oleh warga yang menyaksikan proses pencarian.

Termasuk beberapa santri juga dilibatkan dan diajak naik perahu karet petugas pencarian untuk memudahan identifikasi nantinya.

(ugik/ugik)
Berita Terkait