Kopaska Latihan Penanganan Teroris di Banyuwangi

Kopaska Latihan Penanganan Teroris di Banyuwangi

Ardian Fanani - detikNews
Selasa, 04 Okt 2016 14:52 WIB
Kopaska Latihan Penanganan Teroris di Banyuwangi
Foto: Ardian Fanani
Banyuwangi - Kopaska terpadu dari Armada Timur (Armatim) dan Armada Barat (Armabar) TNI AL di Banyuwangi, menggelar simulasi penanganan teroris.

Peristiwa bermula saat depo Pertamina dan Pelabuhan ASDP Ketapang, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi, mencekam. Puluhan personel pasukan katak dari TNI AL mengepung dua obyek vital tersebut lantaran dikuasai oleh teroris.

Bahkan di Pelabuhan ASDP Ketapang, para teroris sudah mengasai salah satu kapal yang bersandar di dermaga Ponton ASDP. Para teroris tersebut ingin menuju Bali dan akan menghanguskan tempat wisata tersebut.

Helikopter milik TNI AL terus mengitari angkasa Depo Pertamina dan pelabuhan ASDP Ketapang. Bahkan sesekali Heli yang terbang rendah itu menurunkan pasukan di dua lokasi yang dikuasai oleh para teroris tersebut.

Tak sampai satu jam, personel Komando Pasukan Katak (Kopaska) bisa menguasai dua obyek vital milik negara. Bahkan mereka juga membekuk dan melumpuhkan para teroris tersebut. Para sandera juga dibebaskan dalam aksi itu. Tak hanya itu, beberapa personel lainnya juga menjinakkan bom yang diletakkan teroris di dermaga ASDP.

"Mulai 4 hari terakhir digelar simulasi latihan puncak kegiatan latihan Kopaska terpadu di Banyuwangi," ujar Danlanal Banyuwangi, Letkol Laut (P) Wahyu Endriawan, kepada detikcom, Selasa (4/10/2016).

Latihan ini, kata Danlanal Wahyu, diikuti oleh 75 personel Kopaska dan 125 anggota TNI AL. Tak hanya latihan penangkapan teroris dan pembebasan sandera, latihan pengamanan aksi unjuk rasa digelar pula oleh TNI AL.

"Mereka juga melakukan pengamanan unjuk rasa. Kita bekuk dan kita amankan provokatornya," tambahnya.

Terkait lokasi latihan yang digelar di Bali, menurut Danlanal Wahyu, lantaran wilayah Banyuwangi yang strategis dekat dengan Bali. "Pihak pengamanan TNI AL juga wajib melakukan pengamanan Bali. Karena Bali sebagai etalase wisata Indonesia," pungkasnya.

Sementara itu, simulasi latihan yang dilakukan oleh Kopaska terpadu dari Armatim dan Armabar TNI AL, tak mengganggu aktivitas penyebrangan di Selat Bali. Kapal yang menjadi obyek latihan hanya berada di dermaga ASDP. Sementara pengguna jasa penyebrangan menggunakan dermaga lain.

"Tidak ada kendala untuk penyebrangan Jawa-Bali. Malah kita bersyukur bisa diamankan seperti ini," ujar Ardhi Ekapathy, Manajer Usaha ASDP Ketapang Banyuwangi. (fat/fat)
Berita Terkait