144.480 Obat dan Makanan Ilegal Diamankan BBPOM Selama September

144.480 Obat dan Makanan Ilegal Diamankan BBPOM Selama September

Zainal Effendi - detikNews
Jumat, 30 Sep 2016 15:49 WIB
144.480 Obat dan Makanan Ilegal Diamankan BBPOM Selama September
Foto: Zainal Effendi
Surabaya - Sebanyak 258 item produk ilegal berhasil diamankan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) dari 4 kabupaten di Jawa Timur.

BBPOM juga mengamankan 6 orang produsen barang ilegal tersebut. Barang ilegal itu seperti obat, obat tradisional, suplemen makanan, kosmetik. Empat kabupaten itu yakni, Kabupaten Banyuwangi, Kabupaten Jember, Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Kediri.

"144.480 Kemasan itu merupakan hasil pengawasan sepanjang bulan Sepetember 2016," kata Kepala BBPOM di Surabaya, I Gusti Ngurah Bagus Kusuma Dewa pada wartawan, Jumat (30/9/2016).

Dari ratusan ribu kemasan barang ilegal yang diamankan jika dirupiahkan sekitar Rp 824 Juta dengan didominasi temuan kosmetika tanpa izin edar dengan nilai ekonomi mencapai Rp 392 Juta.
BBPOM amankan ratusan item produk ilegalBBPOM amankan ratusan item produk ilegal
Temuan itu terdiri 39.138 kemasan kosmetik, obbat tradisional tanpa izin edar 15.413 kemasan, obat keras 10.403 kemasan, obat tanpa izin edar 74.450 lembar, kemasan obat tradisional tanpa izin edar 3.314 lembar, bahan baku obat tradisional tanpa izin edar 28 kemasan serta alat produksi obat tradisoonal tanpa izin edar 22 buah.

"Keenam produsen sekaligus pemilik barang ilegal ini kita tindaklanjuti dengan proses hukum yang sekarang sedang berjalan proses pemberkasan oleh Ditreskoba Polda Jatim," imbuh Kusuma Dewa.

Pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk tidak mengkonsumsi obat dan makanan yang tidak memenuhi persyaratan maupun izin edar. BBPOM juga meminta kepada masyarakat ikut berperan aktif dengan melaporkan jika menemukan hal yang mencurigakan terhadap obat maupun makanan yang ada di lapangan.

"Kami akan terus berkomitmen untuk terus melakukan pengawasan terhadap peredaran obat dan makanan ilegal maupun yang mengandung bahan kimia berbahaya yang berisiko terhadap kesehatan," pungkas dia. (ze/fat)
Berita Terkait