Lima Ambulance Jemput Korban Tewas Kecelakaan Kereta di Lamongan

Lima Ambulance Jemput Korban Tewas Kecelakaan Kereta di Lamongan

Eko Sujarwo - detikNews
Kamis, 29 Sep 2016 18:04 WIB
Lima Ambulance Jemput Korban Tewas Kecelakaan Kereta di Lamongan
Foto: Istimewa
Lamongan - Lima korban tewas kecelakaan Avanza dengan kereta api di Desa Plaosan, Babat, Lamongan, Kamis (29/9/2016) dibawa pulang ke rumah duka di Surabaya untuk dimakamkan. Kelima korban meninggal dunia ini dibawa 5 ambulance.

Iring-iringan 5 mobil ambulance yang mengantar jenazah korban kecelakaan maut di perlintasan rel KA tanpa palang pintu itu pun meninggalkan Puskesmas Karang Kembang Babat dengan diiringi mobil patroli dari Satpol PP Surabaya dan juga pengawalan dari petugas kepolisian Lamongan. Selain petugas dari PMI Surabaya yang mengambil ke 5 jenazah, turut pula sejumlah kerabat korban di dalam rombongan ke 5 korban tersebut.

Raut muka sedih mengiringi kepergian 5 korban yang sebelumnya akan menghadiri pernikahan salah seorang kerabat mereka di Desa Gendong Kulon, Kecamatan Babat itu.
Ambulance dari Pemkot Surabaya Jemput 5 Korban Tewas/Foto: Eko SujarwoAmbulance dari Pemkot Surabaya Jemput 5 Korban Tewas/Foto: Eko Sujarwo
Sasongko, warga Desa Gendong Kulon, yang rencananya mengundang para korban untuk menghadiri pernikahan anaknya nampak terpukul. Wajah sedih dan duka serta air mata masih tampak dari wajah lelaki ini. Tak ada sepatah katapun terlontar dari bibir lelaki ini.

Kerabat korban, Heru turut mengiringi jenazah menuju Surabaya. Heru mengatakan, kelima korban memang sengaja dipulangkan bersamaan agar tidak bolak-balik Lamongan-Surabaya. Selain itu, keluarga juga berkeinginan agar saat tiba di rumah duka mereka bisa menghormat dan mensalatkan bersama-sama. "Dibarengkan saja agar tidak merepotkan," akunya.

Heru yang semalam masih bercengkerama dengan Hariyono mengaku tidak mendapat firasat apa-apa sebelum kejadian nahas yang menimpa keluarga ini.

Hanya saja, kata Heru, Hariyono semalam bercerita tentang kejadian-kejadian tentang sejumlah musibah kecelakaan yang dialami oleh rekannya sesama sopir. "Tidak ada firasat apa-apa, semalam hanya cangkruk dan Hariyono sempat cerita tentang musibah temannya sesama sopir," papar Heru.
Foto: Eko SujarwoFoto: Eko Sujarwo
Heru mengatakan, para korban ini ke Lamongan dalam rangka menghadiri pernikahan anak Sasongko. Sebelum kejadian, mobil korban bersama dengan kerabat lainnya dari Surabaya sebanyak 5 mobil. Hanya saja, mobil nahas yang dinaiki korban ini adalah mobil terakhir dan terpisah jauh di belakang.

"Ketika di terop tadi sesaat setelah kejadian memang ada kabar kalau ada mobil tertabrak KA. Tapi kami tidak menyangka kalau yang menjadi korban adalah kerabat kami," kata Heru.

Sementara seorang pegawai Dinas Sosial Surabaya yang menjemput kelima korban mengatakan, mereka sengaja menjemput korban sesuai dengan perintah dari Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini. Hal ini dilakukan untuk meringankan beban keluarga korban. (bdh/bdh)
Berita Terkait