Program Sertifikatkan Surabaya, 6.500 Warga dapat Sertifikasi Gratis

Program Sertifikatkan Surabaya, 6.500 Warga dapat Sertifikasi Gratis

Rois Jajeli - detikNews
Senin, 26 Sep 2016 16:35 WIB
Program Sertifikatkan Surabaya, 6.500 Warga dapat Sertifikasi Gratis
Foto: Rois Jajeli
Surabaya - Sebanyak 224 bidang tanah di Kota Surabaya belum tersertifikasi. Namun, dengan hadirnya program Sertifikatkan Surabaya, sebanyak 6.500 bidang tanah warga terutama pemegang Kartu Indonesia Sejahtera (KIS) mendapatkan pelayanan sertifikasi gratis, karena mendapatkan bantuan dari para pengembang property.

"Pembiayaan terhadap 6.500 bidang tanah masyarakat pemegang kartu Indonesia sejahtera ini mendapatkan bantuan dari CSR para pengusaha (pengembang property)," kata Kepala BPN Surabaya I Bambang Priyono di sela acara Sertifikatkan Surabaya di Balai RW 02 Kelurahan Made, Surabaya, Senin (26/9/2016).

Acara tersebut juga dihadiri Menteri Agraria dana Tata Ruang/Kepala BPN Sofyan Djalil, Walikota Surabaya Tri Rismaharini, kepala BPN seluruh daerah di Jawa Timur dan pengusaha pengembang di Surabaya.

Walikota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan, dengan adanya program Sertifikatkan Surabaya, pihaknya merasa berterima kasih karena warga terbantukan untuk pengurusan sertifikat tanah.

Karena Pemkot Surabaya masih belum bisa mengalokasikan dana untuk membantu warga membiayai pengurusan sertifikat.

"Banyak warga yang ingin mensertifikatkan tanahnya. Alhamdulillah Pak Bambang (Kepala BPN I) punya ide untuk mendekati pengembang, untuk memberikan CSR-nya bagi warga," terangnya.

Sementara itu, Menteri Agraria dan Tata Ruang/ Kepala BPN Sofyan Djalil mengatakan, dengan memiliki sertifikat mendapatkan banyak manfaat seperti, sertifikat bisa dijadikan jaminan atau agunan untuk mendapatkan kredit usaha rakyat (KUR) dari perbankan atau fasilitas keuangan lainnya.

"Dengan memiliki sertifikat, bisa mengurangi konflik kepemilikan tanah. Juga bisa memberikan kepastian investasi. Investor tidak menjadi takut, tanah yang dibelinya bermasalah," kata Sofyan.

Ia menambahkan, program Sertifikat ini yang menjadi pilot project selain Kota Surabaya, juga dua daerah lain.

"Di Jakarta dan Batam," jelasnya. (roi/bdh)
Berita Terkait